BAGIKAN
Ketua Umum Kowani,Dr Giwo Rubianto Wiyogo MPd bersama pengurus dan undangan berpoto bersama.

WANITAMEDAN.COM- Perayaan Hari Ibu ke 89 pada 22 Desember, menjadi moment penting bagi perempuan untuk bersatu untuk kemajuan bangsa. Hal itu antaralain disampaikan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia(KOWANI) Dr Giwo Rubianto Wiyogo MPd, Senin(18/12/2017), dalam memperingati Puncak Hari Ibu ke 89 bersamaan dengan Sosialisasi 4 Pilar yang disampaikan oleh ketua MPR Zulkifli Hasan,berlangsung Senin(18/12) di Gedung Nusantara IV,Komplek DPR/MPR RI Jakarta.

Hadir,Ketua Umum Kowani Dr Giwo Rubianto Wiyogo,Ketua MPR RI Dr. H. Zulkifli Hasan, SE, MM,Meneteri Pemberdayaan Perempuan dan. Perlindungan Anak, Prof. Dr, Yohanna Susana Yembise, Dip. Apling,
Dr. Meutia Farida Hatta mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Kabinet Indonesia bersatu
2004-2009 Tuti Sutiawati Sutrisno, istri mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, dan Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Permepuan dan Perlindungan Anak.

Ketua Umum Kowani, Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan peringatan Hari Ibu ke-89 ini juga meruoajan hari lahirnya Kowani tepat di tanggal 22 Desember 1938. “Sejarah Hari Ibu dimulai mellaui kongres pertama pada 1928, lalu pada tahun 1938 ditetapkan menjadi hari Ibu yang diperkuat Keputusan Presiden No. 316 pada tahun 1959,” ujarnya.

Pada Hari Ibu, lanjut Giwo juga menjadi tonggak sejarah dan perjuangan perempuan. “Terdapat pesan, yaitu jiwa dan semangat perempuan Indonesia. Wujud pengakuan dan penghargaan oleh negara dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Giwo mengajak masyarakat Menghargai founding mother yang berjuang tanpa imbalan apapun.

Bermodal tekad pantang menyerah untuk merdeka,” tambahnya. Jadi, bukanlah sekadar sekuntum bunga dan memberi istirahat sehari pada hari ibu sementara hari lainnya tetap menjadi super
woman.

“Peran dan fungsi ibu sebagai yang utama dalam keluarga dengan menempatkan peran ibu sebagai mitra sejajar dengan laki-laki.Selamat Hari Ibu,”katanya.(WM01)