Suasana ujian

Wanita Medan.com –  Selasa (18/6- 2019) Ujian Penerimaan Peserta Didik Baru melalui sistem online diumumkan. Di Medan ada 12 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang melaksanakan sistem ini, sedangkan untuk keseluruhan ada 59 sekolah di Sumatera Utara.

Namun kesemrawutan sistem ini, cukup membuat pihak sekolah pusing tujuh keliling. Pasalnya koneksitas antara server Dinas Pendidikan Sumut dan sekolah hilang-hilang timbul.

Akibatnya ada sebagian calon pelajar SMA ini ujian di malam hari, tepatnya pukul 19.00 malam. Itu terjadi lantaran banyak sebab, namun ujungnya tetap ke server Disdiksu. Anak yang gagal ujian lantaran tak tahu jadwal, komputer tak login, mati lampu di sekolah, akibatnya ya terpaksa ujian di malam hari.

Mungkin ini pertama kali terjadi di dunia pendidikan di Sumut. Ujian untuk melanjutkan ke tingkat menengah atas  (SMA) harus dilakukan di malam hari (Jam 19.00). Ini terjadi di SMA 17 Medan, SMA 1 Kabanjahe, SMA 1 Lubuk Pakam dan Kisaran.

Penyebabnya tak lain karena server (jaringan ) di Dinas Pendidikan Sumut tak konek hingga ke sekolah-sekolah yang mengadakan ujian PPDB secara online.

“Manalah aku tahu itu. Tugasku hanya masalah ujian ini saja,” kata Sekretaris PPDB Disdiksu Saut Aritonang , Senin (17/6- 2019 ) sore tadi.

“Kalau masalah itu, kalian tanyanya itu pada bagian pengadaan,” kata Saut lagi seperti buang badan.

Meski tak mengerti masalah teknis, namun Saut mengerti apa penyebabnya.  Dikatakannya, server PPDB online di Disdiksu memang tak kuat menampung jumlah peserta yang akan ujian di sesi pertama, Jumat kemarin.

“Peserta yang ujian sesi pertama Jumat lalu  tercatat 1.200 orang. Ternyata servernya hanya mampu menampung 350- 400 peserta saja,” jelas Saut.

Sebagai solusinya  jumlah peserta  ujian setiap sesi dikurangi namun sesinya ditambah. .Semula hanya  4 sesi saja diperpanjang menjadi 15 sesi. Dengan ketentuan, setiap sesi mungkin 10 atau 20 orang saja yang ujian.

Maka selama  dua hari,, Sabtu (15/6- 2019) dan Senin (17/6- 2019) dikebutlah pelaksanaan ujian online. . Dengan jumlah soal 100 per mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA.

Akibat dikebut seperti ini ini, peserta ujian yang kalang kabut. Ada yang tak tahu jadwal ujian, ada yang sekolahnya mati lampu, ada yang tak login, bahkan masih ada yang tak konek.

Seperti yang terjadi di SMA 1 Medan, saat wawancara ini berlangsung, Saut Aritonang di telepon oleh pihak SMA 1 menanyakan kenapa tak konek juga. Padahal menurut ketentuan, jika server antara sekolah dan Disdiksu tak terhubung juga selama 1 menit, maka pihak sekolah dapat menghubungi Disdiksu atau Kacabdis untuk langkah selanjutnya.

Namun ketika hal itu ditanyakan ke Saut Aritonang (saat itu Saut meloudspeker HP-nya ) sehingga wartawan mendengar bunyi percakapan itu. Saat ditanya seperti itu, lagi-lagi Saut mengatakan,” maaf lah pak saya tak ada komentar soal itu. Tadi pagi SMA 1 ada menghubungi kami dan tak ada masalah. Sekarang setelah saya kembali ke kantor (tadi Saut makan siang) baru ada masalah. Saya tak paham masalah itu pak,” kata Saut.

Namun orang yang di SMA 1 itu  tak puas atas jawaban Saut dan mengancam akan mengekposenya ke media. Saut hanya terdiam, setelah disuruh membuat berita acaranya dan menunggu perbaikan selanjutnya baru orang diseberang sana terdiam dan memutuskan hubungan telepon dengan Saut.

Masalah itu tak terjadi di SMA 1 saja, dia SMA 17 juga demikian. Kepala Sekolah PakSimanungkalit sempat di telepon Saut.

Maka untuk kasus seperti itu, bagi peserta yang tercecer (istilah Saut) seperti itu akan mengikuti ujian sesi 15 jam 19.00 WIB.

Kacaunya pelaksanaan ujian online ini, paling dirasakan oleh tim operator yang ada di Disdiksu . Demi lancarnya ujian, mereka rela bekerja hingga dini hari jam 2. 00 pagi. Demi untuk menetapkan jadwal ujian peserta. Bagaimana mungkin anak-anak bisa melihat jadwal ujian kalau keluar pada jam 2 pagi. Itu sebabnya banyak peserta ujian datang jam 10 ternyata ujian jam 8 pagi. Meski di PPDB2019 provsu.go id mencantumkan dicek secara berkala.

Belum lagi banyaknya komplain dan pertanyaan yang masuk ke situs PPDB Disdiksu. Tapi tak satu pun dijawab atau ditanggapi karena memang tak ada petugasnya. Jika diserahkan ke tim operator mereka saja sudah kerepotan. Dengan tenaga 5 orang melayani 59 sekolah terasa masih kurang. Belum lagi kebutuhan makan minum yang tak tersedia. Mereka juga merasa, kerja sendiri tanpa ada yang perduli.

Sedangkan pengumuman ujian hari ini Selasa (18/6- 2019) kasihan ya mereka. Usai in mereka akan menghadapi sistem zonasi lagii (evi)

Loading...