Keterangan pers Rektor UINSU Prof. Saidurrahman pada wartawan

Wanita  Medan.com –  Tadi pagi Selasa (28/5 /2019) sekitar pukul 08.00 pagi sebanyak 6.016 orang mantan pelajar SMA sederajat mengadu kecerdasan di Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM- PTKIN) . UM- PTKIN merupakan jalur seleksi nasional berdasarkan hasil ujian tertulis.

Sementara pelaksanaannya dilaksanakan secara bersamaan oleh UIN, IAIN dan STAIN di seluruh Indonesia yang dikoordinasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

UM-PTKIN merupakan kelanjutan dari SPAN – PTKIN . Kedua jalur tersebut merupakan jalur masuk PTKIN . Perbedaannya SPAN – PTKIN tanpa ujian tulis khusus untuk siswa berprestasi sedangkan UM – PTKIN dilaksanakan melalui ujian tulis untuk peserta lulusan SMA sederajat untuk 3 tahun terakhir.

Nah, pelaksanaan UM – PTKIN UINSU 2019 inilah yang dipaparkan secara bersama- sama oleh Rektor UINSU Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag disitu ada juga WR (1) Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Syafaruddin M.Pd, WR II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan Dr. M. Ramadhan, MA, WR III Bidang Kemahasiswaan Akademik dan Kerjasama Prof. Dr. Amroeni MA, Kabiro Adm Umum Perencanaan Keuangan Dr. H. Tohar Bayoangin M. Ag, Kabiro Adm Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Dur Brutu, M. Ag dan kepala Sub Bagian Humas dan Informasi Yunni Salma MM, serta Kepala Pusat LPM UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. Kusaeri M. Pd yang memonitoring pelaksanaan ujian tersebut.

Bagi UINSU,  UM PTKIN merupakan jalur ketiga setelah SNMPTN dan SPAN. Jalur SNMPTN sudah diterima 542 orang, dan jalur SPAN sudah diterima 1.398 orang, kemudian menyusul SBMPTN dan Mandiri. Pendaftaran SBMPTN 10- 24 Juni 2019, pengumuman 9 Juli 2019 untuk 10 prodi umum. Jalur Mandiri pendaftaran 2-31 Juli 2019 ujian 7-8 Agustus 2019 dan pengumuman 15 Agustus 2019  dengan kuota 1981 untuk 40 prodi.

Dengan 5 jalur tersebut, total mahasiswa baru yang akan diterima di  UINSU  berjumlah 6500 orang. Sementara kuota untuk UM- PTKIN ini hanya 1862 orang untuk 30 program studi.

Lantas kemana selebihnya, tergantung pilihan mereka, karena ujian ini langsung dibawah Kementeriaan Agama RI. “Jika ada yang memilih UIN Riau, kalau lulus ya kesanalah,” jelas Prof. Syafaruddin.

Untuk rincian 6.016 peserta yang akan berkompetisi untuk ruang SSE/CBT atau sistem seleksi elektronik sebanyak 80 orang, ruang IPA sebanyak, 103 orang,  IPC  561 orang dan IPS sebanyak 5.272 orang.

Ujian hanya satu hari saja, Selasa 28 Mei 2019 dengan materi ujian tes kemampuan dasar (TKD) dan tes Kemampuan bidang (TKB). Memakai 5 lokasi dan 301 ruang. Ada yang di kampus I UIN SU Jalan IAIN 29 ruang, Kampus II Jalan Wiliam Iskandar 156 ruang, MAN I 40 ruang, MAN II 40 ruang, dan MTsN Jalan Paratun Pasar V 36 ruang.

Nah, ujian CBT yang ada di kampus II yang sempat ditinjau rektor bersama para WR dan kabiro. Usai meninjau pelaksanaan UM- PTKIN pada wartawan rektor mengatakan, dari 6500 calon mahasiswa tersebut separuhnya akan mengikuti mahat suatu program yang mirip dengan pesantren. Selama 3 bulan mahasiswa akan digodok untuk benar- benar menjadi manusia yang berkualitas.

Foto bersama wartawan usai peninjauan

“Mereka diprogram untuk benar-benar menjadi manusia berkualitas dengan penguasaan Al Quran yang baik (hafiz), bahasa Inggris dan bahasa Arab yang mahir. Dengan demikian UINSU akan menghasilkan out put yang baik ke depannya,” kata rektor seraya menambahkan, seluruh gedung UINSU yang baru baik yang berada di Jalan Willian Iskandar, Sutomo maupun Tuntungan  dapat selesai pada tahun 2020. “Sehingga diharapkan pelayanan pendidikan di UINSU benar-benar standar,” pungkas rektor. (evi)

 

Loading...