Wanita Medan.com – Punya teman yang ‘lemot’ atau lama nyambungnya saat diajak ngobrol sungguh menjengkelkan. Harus berulang kali dijelaskan baru bisa paham apa yang sedang dibicarakan. Nah, bagaimana kalau ternyata kamu sendiri yang mengalaminya? Sedihnya lagi, sudah lemot gampang lupa pula. Duh, masih muda kok sudah pikun, ya?

Otak lemot dan gampang lupa bukan karena genetik atau tanpa sebab, rupanya bisa banget dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari. Kelihatannya sih sepele, tapi dampaknya tinggi pada kecepatan berpikir. Kalau dibiarkan saja, lama-lama otakmu bakal menyusut dan menyebabkan demensia (pikun) atau bahkan alzheimer. Segera hindari kebiasaan-kebiasaan ini agar kamu lebih ‘cepat menangkap’ dan nggak pikun selagi muda.

1. Jangan lupa sarapan pagi

Banyak orang yang menyepelekan sarapan karena berbagai alasan, mulai dari belum lapar sampai nggak ada waktu. Padahal, nggak sarapan berakibat turunnya kadar gula dalam darah yang jadi ‘bensin otak’ dan asupan nutrisi penting pada otak. Kalau otaknya nggak dikasih makan tapi dipaksa kerja, lemot dong jadinya.

2. Dehidrasi

Sel otak sama dengan sel lainnya yang sangat membutuhkan air untuk menghidrasi. Dalam sebuah studi, jika kita berkeringat selama 1 jam, maka bisa membuat otak tua selama 1 tahun. Makanya, jangan biarkan tubuhmu kehausan dengan rutin minum air putih biar otak juga lancar melakukan fungsinya.

3. Radikal bebas

Ternyata otak juga bisa terkena dampak serius akibat polusi udara. Pasalnya, otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi bikin kerja otak jadi nggak efisien.

4. Keseringan main gadget

Ketika mainan gadget, kamu akan cenderung berpindah-pindah aplikasi selain buka medsos, bukan? Selain itu, informasi yang tersedia di medsos cenderung informasi yang dangkal, nggak sebanyak dibandingkan informasi dari artikel atau buku. Dibaca 10 detik, selesai. Banyaknya medsos juga bikin kamu gelisah untuk selalu ngecek notifikasi. Adanya perasaan ‘nagih’ ini bikin konsentrasimu gampang buyar. Kalau konsentrasi sudah buyar, ujung-ujungnya gampang lupa, kan?

5. Kemudahan mengakses informasi dari Google bikin malas membongkar memori di otak

Berkembangnya teknologi menjadi kemudahan sekaligus bencana bagi saraf. Mencari alamat, nomor telepon, atau info apa pun melalui Google bikin kamu jadi nggak mengandalkan memori sendiri. Hipokampus (bagian otak yang membentuk memori) berhubungan dengan ingatan yang paling baru. Googling memengaruhi teknik penyimpanan memori tersebut. Kebiasaan yang dikit-dikit googling bikin memori-memori lama di otak jadi terhapus lantaran nggak pernah dibongkar. Akibatnya, rentang ingatan otak jadi menurun.

6. Melakukan banyak aktivitas alias multitasking

Ketika seseorang melakukan multitasking, sebenarnya mereka hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dengan cepat. Dan setiap kali mereka melakukan hal tersebut, otak akan bekerja dua kali lebih banyak dan kelelahan. Kapasitas kognitif manusia yang terbatas menandakan bahwa kita nggak bisa fokus pada tugas yang terlalu banyak, termasuk juga multitasking. Selain itu, ‘gempuran’ tugas yang berubah-ubah bikin otakmu susah mengolah informasi dan menyimpannya di memori.

7. Banyak makan makanan yang berlemak

Pola makan berpengaruh terhadap otak dalam mengingat sesuatu. Jika kolesterol, glukosa, atau tekanan darah terlalu tinggi, pembuluh darah di sekitar otak akan rentan mengalami kerusakan. Orang yang mengonsumsi banyak lemak jenuh akan menghambat fungsi otak sehingga daya ingatnya lebih buruk dibandingkan mereka yang nggak banyak makan lemak. Mending perbanyak konsumsi makanan dengan omega 3 dan protein yang berperan dalam menjaga daya ingat otak.

8. Mager alias malas gerak

Nggak cuma bagus untuk kesehatan tubuh, olahraga juga bagus buat otak. Berolahraga secara rutin mampu membesarkan hipokampus. Jadi kalau hipokampusmu terlatih, memori otak pun jadi lebih kuat. Olahraga juga bisa memperbaiki mood dan kualitas tidur, mengurangi kecemasan dan stres, yang mana kedua hal ini berpengaruh pada kemampuan kognitif otak. Yuk ah, nggak ada kata terlambat buat berolahraga!

9. Kurang tidur

Saat tidur, otak mengubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. Proses ini terjadi saat kamu benar-benar tidur nyenyak. Sehingga, saat kamu kurang tidur, memori otak nggak akan sampai ke penyimpanan. Kamu pun jadi lebih mudah lupa mengingat memori jangka pendek, seperti nama orang misalnya.

9.Punya kebiasaan merokok, minum alkohol, juga stres berkepanjangan. Kurang-kurangin lho dari sekarang, mumpung masih muda, jaga baik-baik kesehatan otakmu  ya! (wm/evi)

 

Loading...