Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan(Menko PMK) Puan Maharani,mengenakan ulos diberikan pihak Yayasan Cinta Budaya Heryanto bersama Gubsu HT Ery Nuradi,Anggota DPRRI Komisi X,Dr Sofyan Tan,Mendikbud Muhadjir Efendy.

WANITAMEDAN.COM-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan(Menko PMK) Puan Maharani,mengingatkan para guru bahwa masa depan bangsa ini ditangan para guru, sebagai pendidik anak bangsa. Hal ini disampaikanya dihadapan 600 orang guru dari, Medan,Deliserdang,Serdangbedagai dan Tebingtinggi,Jumat(26/1) di Yayasan Cinta Budaya Komplek MMTC.

Hadir, Mandikbud, Muhadjir Efendy, Anggota DPRRI Komisi X, Dr Sofyan Tan,Paslon Cagubsu Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, Gubernur Sumut,HT Ery Nuradi dan undangan lainnya.

Lebih lanjut Puan Maharani menyebutkan, pendidikan karakter bagi anak,juga ditandai dengan melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin. Melagukan Indonesia Raya, menyanyikan lagu pahlawan.
“Apakah para guru disini melaksanakan upacara bendera? Tanyanya dijawab serentak oleh guru.Ia kami melaksanakanya.

Kemudian,kata Puan Maharani, pendidikan karakter pada anak didik,akan menjadi bekal bagi mereka sebagai anak Indonesia yang kuat dan tangguh.
“Kita harus optimis membangun bangsa ini,dengan bergotong royong dengan pendidikan karakter yang kini sudah 80 persen sekolah melaksanakanya,”katanya.

Dikesempatan itu, Puan Maharani juga mendengarkan cerita guru yang mengaku bahwa profesi mengajar datang dari hati nurani. Sehingga bergaji kecil tetap diterima dengan ikhlas. “Saya kagum pada guru yang punya kemampuan mengajar secara profesional,”katanya.

Guru Diperhatikan

Sementara Gubsu HT Ery Nuradi dalam sambutanya menyebutkan guru sebagai tenaga pendidik mendapat perhatian. Utamanya setelah SMA dan SMK dialihkan ke provinsi,maka perhatian terhadap guruu juga ditingkatkan.

Hal lain disampaikanya, setelah SMK dan SMA beralih ke provinsi, sisten penerimaan siswa baru juga diubah menjadi online. “Sumut,menjadi provinsi di Indonesia melaksanakan penerima siswa baru online setelah DKI Jakarta.Hasilnya cukup baik,meski ada yang tidak suka,namun banyak yang bersukur,karena kemampuan anaknya untuk bisa sekolah di pavorit tercapai. Saya berharap kepada Gubsu berikutnya untuk mempertahankan sistem online penerimaan siswa baru,”katanya.(WM01)

Loading...