Siswa SMA 1 usai UNBK

Wanita Medan .com –  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 untuk tingkat SMA sesi ketiga berakhir jam 16.00 WIB , Senin (8/4/2019).

Ditemui di ruang kerjanya humas SMA 1 Medan Sudirman Sormin menyebutkan, sebelum masuk UNBK pagi hari, pihaknya telah mengumumkan himbauan dari Polrestabes Medan tentang menjaga ketertiban umum.

Ada 4 hal himbauan Polrestabes Medan tersebut pertama tidak melakukan coret-coret di tempat umum, kedua tidak melakukan komvoi di jalan raya, ketiga tidak melakukan pelanggaran lalu lintas sehingga mengganggu ketertiban umum, keempat apabila melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai hukum.

“Himbauan tersebut kami bacakan pada siswa yang ujian sesi pertama, jika masih melanggar juga kami tak tahu lagi . Karena konsekwensinya ada dua, baik dari kepolisian bila kedapatan dan dari sekolah. Sekolah juga akan memberikan sanksi tegas,” kata Sormin.

Syukurnya pada sesi pertama, tak nampak tanda- tanda akan melakukan aksi coret-coret. Usai ujian siswa SMA 1 Medan langsung pulang ke rumahnya. Jika masih diluar, kebanyakan hanya makan bersama saja. Masih menurut Sormin tahun ini SMA 1 tak mengadakan acara perpisahan. Cukup salam-salaman saja di sekolah,katanya.

” Siswa sendiri yang minta seperti itu, alasannya masih banyak biaya lagi yang keluar, Pak,” kata Sormin mengutip apa yang dikatakan anak didiknya.

Satu lagi bukti kedewasaan cara berpikir anak milenial tersebut, mereka mengumpul seragam  di lobi sekolah. Tak kurang lima kantung plastik terkumpul . Ketika ditanya akan disumbang kemana, anak-anak kelas dua yang kebetulan menjadi panitia menyebutkan akan disumbangkan ke panti asuhan.

Seragam siswa SMA 1 yang dikumpulkan

Selain surat himbauan dari Polrestabes Medan, pihak sekolah juga mengeluarkan surat himbauan. Seperti dilakukan Kepala Sekolah SMAN12 Medan Helvetia Jasmen Tampubolon.

” Kami sudah mengimbau tak melakukan aksi coret-coret dan konvoi di jalan. Jika dilanggar kami tak main-main siswa diancam tak lulus kemudiian akan ada tuntutan hukum berlanjut,” kata Jasman di tempat berbeda. Begitu juga dengan Kepsek SMA 4, juga sudah memberi himbauan. “Mudah-mudahan anak-anak mematuhi, karena sanksinya sangat berat,” kata Ramli.

Aksi coret-coret ini ternyata ditakuti juga orangtua siswa terbukti banyak orangtua menjemput langsung anaknya ke sekolah. Seperti yang dilakukan Kepsek SMP 11, dia menjemput langsung anaknya yang telah mengikuti ujian sesi pertama di SMA 1 Medan. Ketika ditanya mengapa dijemput, Bambang menyebutkan takut kemana-mana lagi, katanya.

Sama halnya dengan Monang Pasaribu, dia juga menjemput anaknya di SMA 15 Medan. Alasannya takut anak laki-lakinya ikut aksi coret-coret. “Uang jajan pun saya kasih pas-pasan, takut dia pergi kemana-mana,” kata Pasaribu (evi)

Loading...