by

Anggota DWP Garda Terdepan Hadapi Covid 19 dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Wanita Medan.com – Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Anni Sulistiowati Fachrul Razi mengatakan, perempuan memiliki peluang dan peran strategis dalam membangun kehidupan ekonomi keluarga.

Terlebih bagi anggota DWP, seluruh anggota DWP diharap dapat mengambil peran di tengah pandemic covid 19 yang belum berakhir.

Pesan ini disampaikan ibu Anni Sulistiowati saat bersilaturrahmi dengan Ketua DWP Kanwil Agama Sumut Linda Fauziah A Haris Lubis,Ketua DWP UIN Sumut Inayati Syahrin Harahap dan para istri dekan dan dosen di jajaran UIN Sumut .

Keceriaan Bu Anni Fachrul Razi saat disambut DWP UIN Sumut

Semula ibu Anni Sulistiowati enggan membacakan naskah pidatonya, dia ingin berbicara secara langsung saja agar lebih cair. Namun sudah disiapkan terpaksa harus dibacakan, kilah ibu bersuara berat ini.

Pertemuan bertema Wahdatul Ulum, Pemberdayaan, Moderasi Beragama itu sangat menekankan protokol kesehatan, semua yang hadir diruangan senat lantai 2 UIN Sumut harus memakai masker.

Lantaran yang hadir perempuan semua “Pemberdayaan Perempuan dalam Menopang Ekonomi Keluarga di masa Pandemi Covid-19” jadi fokus pertemuan silaturahmi yang digelar DWP UINSU di kampus Jalan Willem Iskandar Medan Rabu (9/12-2020).

ibu Anni menyampaikan beberapa hal penting dilakukan kaum ibu di lingkungan Kemenag antara lain, sesuai kondisi masyarakat saat ini, kaum perempuan, katanya, harus tampil serta membangun kehidupan ekonomi keluarga.

“Dari media, kita mendapatkan informasi bahwa Covid-19 berdampak pada semua sektor usaha. Ada sektor yang terimbas sangat kuat, ada juga sektor yang terimbas sedikit.

Menurut Tris Rating, sektor yang paling parah 3 terimbas adalah penerbangan, hotel, cinema, elektronik dan otomotif. Sedangkan sektor yang terdampak level moderat adalah restoran, ritel, transportasi, konstruksi, dan media. Adapun sektor yang terdampak paling lemah adalah agrikultur, pengepakan, medical, dan telekomunikasi.

Hal ini sejalan dengan hasil survey BPS yang menemukan bahwa sektor akomodasi terdampak sangat berat sehingga mengalami penurunan sampai 92,4%,” katanya.

Sementara sektor transportasi dan pergudangan mengalami penurunan 90,34%. Adapun sektor perdagangan mengalami penurunan sebesar 84,60%.
Perempuan perlu memahami peta ini agar tepat dalam memilih sektor usaha apa yang memiliki prospek bagus dalam suasana Covid ini.

“Kita menyaksikan usaha yang tumbuh pesat adalah sektor e-commerce atau belanja online.
Pembatasan sosial selama pandemi menyebabkan aktifitas masyarakat di luar rumah berkurang, sehingga masyarakat memenuhi kebutuhannya melalui belanja online. Permintaan belanja online melonjak 5-10 kali lipat selama pandemi, dimana 51% diantaranya adalah pertama kalinya belanja secara online. 4 Peluang inilah yang harus ditangkap oleh kaum perempuan.
Hanya dengan sedikit keterampilan menggunakan gadget, kita bisa berbisnis secara online. Banyak produk bisa kita jual melalui berbagai platform digital yang tersedia. Mari kita gunakan gadget bukan sekedar untuk chatting tiada guna. Namun kita gunakan secara produktif untuk membantu membangun ekonomi keluarga dengan memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis online,” katanya.

Sekedar contoh kecil, kata Aani update status di medsos atau WA dengan meng-upload produk yang di jual, maka dalam sekejap ada ribuan orang yang melihat dan orderan segera masuk. Tidak perlu modal, tidak perlu membeli barang, cukup upload foto produk dengan sedikit kata-kata endorsement, dan tunggu orderan berdatangan. Betapa mudahnya berbisnis saat ini. Mari kita manfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Jangan putus asa meratapi pandemi yang entah kapan berakhir.
Namun mulailah langkah kecil untuk membangun ekonomi keluarga dengan memanfaatkan perangkat yang kita miliki, ” ujarnya.

Oleh karena itu lanjutnya, sebagai pengurus DWP, harus mampu meningkatkan peran dalam membantu Pemerintah dan masyarakat mengatasi pandemi.

Sejauh ini, respon perempuan dalam menghadapi pandemi lebih bagus ketimbang laki-laki.
Survey BPS menunjukan dalam hal physical distancing, perempuan lebih mengetahui dan disiplin dalam menerapkan physical distancing dibanding laki-laki.

Sementara itu, dalam hal disiplin dalam menjaga kebersihan dengan sering/selalu cuci tangan dengan sabun, perempuan juga lebih baik dibandingkan laki-laki.

Terkait dengan penggunaan masker, lagi-lagi, ternyata perempuan lebih sering mengunakan masker ketimbang laki laki. Oleh sebab itu, tepatlah apa yang sudah dilakukan Pemerintah dengan menggalakan kampanye penanganan Covid-19 melalui tagline “Ingat Pesan Ibu”.
Karena melalui tagline ini diharapkan semua lapisan masyarakat tergerak hatinya menepati protokol Kesehatan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Ibu dijadikan tagline untuk penanganan Covid-19 karena semua manusia lahir dari ibunya.

Tidak ada manusia yang tidak dilahirkan dari ibunya. Ibu adalah sosok yang utama dan penting dalam kehidupan setiap manusia. Maka berbahagialah sebagai Ibu, karena memiliki peran sangat penting dalam setiap aspek kehidupan, bahkan dalam mengatasi pandemi saat ini,” ujar bu Anni Fachrul Razi.

Diakhir kata sambutannya Bu Anni menyampaikan sebuah pantun karena tertantang oleh MC yang pintar berpantun.Sehingga suasana pun nampak cair.Diakhir acara para ibu- ibu foto bersama. ( evi)

 

Berita Terbaru