Perigatan Harganas di Kantor Gubernur.

Wanita Medan.com – Kapan terakhir kali kamu makan bersama di meja makan bersama keluarga di rumah ? Baru saja,tiga bulan yang lalu, atau setahun lalu. Jika jawabanmu baru saja. berarti keluargamu masih menganut tradisi lama yang super baik itu.

Karena di meja bisa terjadi segalanya. Ayah ibu jadi tau apa kerjaanmu seharian. Dengan siapa kamu bertemu, apakah kamu senang bla bla bla… Masalahnya momen sseperti itu amat langka di sekarang ini. Kamu jarang bertemu ayah dan ibu karena sehabis berpergian dari luar entah sekolah atau kuliah. Kalau ditanya,” makan nak”? Maka jawaban,” Sudah makan bu,sama teman-teman,” akhirnya gagal.

Begitulah yang terjadi sekarang ini, makan di meja makan bersema keluarga menjadi momen langka di tengah keluarga Indonesia saat ini.Untuk itulah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencanangkan “Gerakan Kembali ke Meja Makan”.

Untuk itu BKKBN meminta seluruh keluarga di Sumut untuk berpartisipasi menyukseskan gerakan tersebut demi mewujudkan keluarga yang berketahanan dan bermartabat.

Acara tersebut di halaman Kantor Gubernur Sumut, Senin (1/7-2019) dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah.

“Setiap keluarga di Sumatera Utara diharapkan untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Gerakan Kembali ke Meja Makan dan Gerakan 18-21,” ujar Wagub yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, Kepala BKKBN Sumut Temazaro Zega, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Ria Novida Telaumbanua.

Gerakan Kembali ke Meja Makan adalah upaya bersama untuk mengembalikan kehangatan keluarga dengan meluangkan waktu untuk berkumpul dan bekomunikasi bersama anggota keluarga minimal waktu pada waktu makan. Dengan begitu, keluarga akan kembali berkumpul, berinteraksi, berdaya, saling peduli dan berbagi, sehingga dapat mendorong orang tua melaksanakan peran dan fungsinya secara optimal sebagai instruktur, pendamping dan panutan bagi anak-anak, dan anak-anak juga tumbuh secara sehat fisik, sosial dan psikologinya. (wm/evi)

 

 

Loading...