HUT I WPI

Wanita Medan.com – Membudayakan membaca buku dalam keluarga, menjadi solusi mengatasi anak kecanduan bermain gedget dengan berbagai aplikasi di dalamnya.  Game dan ribuan jenis tontonan tanpa filter, bisa mempengaruhi perkembangan anak bahkan kecanduanya berakibat buruk pada orang tua terutama penambahan biaya pembelian paket data dan pulsa.

Orang tua juga perlu membangun pola pikir bahwa beli buku menjadi penting ketimbang belanja makanan cemilan yang harganya lebih mahal dari harga buku. Giat membaca dalam keluarga ternyata mampu merekatkan kasih sayang sebab anak lebih berinteraksi saat membaca ketimbang saat bermain ponsel.

Demikian antara lain mengemuka saat berlangsungnya kegiatan HUT Ke 1 Wanita Penulis Indonesia (WPI) Sumut sekaligus mengadakan diskusi Membangun budaya literasi dalam keluarga,berlangsung  di TK Atikah Jln Medan Tj Morawa, Sabtu(16/2/2019) dengan pembicara, Parlindungan Purba,SH, Drs,Buang Agus dan Kepala Balai Bahasa Sumut ,Fairul Zabidi serta Puteri Atikah.

Pembicara Buang Agus memaparkan sesunggugnya orang tua yang peduli dengan minat baca pada anak, memberikan dampak postif, karena membaca itu memberikan asupan kepada rohani agar sehat dan membangun pola pikir anak kearah perkembangan lebih baik.

“Membaca buku itu secara tidak langsung membangun ketahanan rohani anak, sekaligus membangun kecerdasan otak anak agar tumbuh kembang sempurn, ” kata pembicara Buang Agus yang aktif menulis buku dan kini Kepala SMAN 2 Medan.

Dia juga menyebutkan dengan membaca buku pariwisata misalnya,  akan mengetahui lokasi wisata yang belum pernah dikunjungi.

“Sebelum kita punya uang untuk biaya perjalanan ke Pulau Bali misalnya ,perlu kita baca nama tempat dan lokasinya lewat buku  ataupun bacaan tentang Pulau Bali, gunanya saat kita akan pergi kesa ana,  sudah ada refrensi lokasi yang akan dituju,sehingga perjalanan jadi menyenangkan, “kata Buang Agus yang menyebutkan hal ini juga bagian dari cinta NKRI.

Dia menambahkan,  membaca juga menjadi cara bagaimana anak-anak bangasa Indonesia semakin cinta pada negaranya.  “Kita bicara NKRI, tapi kita lupa memberikan bacaan pada anak bagaimana cara mencintai negeri ini.  Menurutnya,  membaca melahirkan karakter yang baik ,mereka mendapatkan pengetahuan tentang menjaga dan merawat lingkungan, mengutamakan kebersihan agar hidup sehat,memunculkan sikap jujur dan melahirkan empati dan simpati pada sesama.

Sedangkan Parlindungan Purba yang juga Anggota DPD RI, dalam paparan materinya menyebutkan,literasi bukan sekadar membaca dan menulis,tapi bagaimana bisa dijadikan life skill. Karena literasi itu adalah tentang kehidupan.

“Saat ini alat yang dipegang saat bangun tidur sampai akan tidur adalah gadget, dimana benda itu memiliki banyak hal untuk dibaca. Maka diperlukan kecakapan dan filter dalam membaca beragam informasi didalamnya. Sehingga bacaan itu memberikan manfaat dan bisa disampaikan kepada orang lain. “Literasi itu bukan sekadar membaca tapi hasil bacaan itu perlu direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab literasi itu bermanfaat bagi seluruh sisi kehidupan dan orang yang berliterasi akan merasakan hidupnya bahagia,”paparnya.

Kepala Balai Bahasa Sumut, Fairul Zabidi, mengajak semua orang tua untuk melibatkan diri membava buku dengan anak di masing-masing rumah tangga.

” Mari meningkatkan kemampuan membaca sejak dini pada anak dalam keluarga,  karena literasi itu bukan saja berkaitan dengan membaca tapi apa yang dilihat dan didengar. Pahami bahwa kita memanfaatkan apa yang kita dengar dan kita baca agar direalisasikan dalam sendi kehidupan. Bagaimana memanfaatkan hasil bacaan untuk diterapkan dalam kehidupan. Kalau orang tua rajin membaca, anak juga giat membaca menjadikan keluarga kompak,apalagi selalu membawa mereka ke toko buku,taman bacaan dan mengutamakan beli buku ketimbang hal yang kurang bermanfaat, “katanya.

Pembicara, Puteri Atikah yang juga Kepala TK Atikah memaparkan, membaca buku sejak dini membangun pola pikir anak berwawasan dan menghaluskan budi pekerti. Hal itu kata dia sudah diterapkan dalam sistem pendidikan di TK Atikah.  “Ada kelompok Cinta baca di sekolah ini yang mengajak orang tua dan anak bersama-sama membaca buku. Cara itu membangun kedekatan anak dan orang tuanya dan mengurangi minat mereka bermain gedgat,”katanya.

Sebelumnya Penasehat WPI, Kemalawati SH, memberi apresiasi kepada WPI atas kegiatan ini. “Saya apresiasi WPI atas kegiatan ini,yang mendorong orang tua agar membangun minat berliterasi dalam keluarga. “Membaca bersama anak membentuk ikatan kedekatan antara anak dan orang tua yang berdampak pada kedekatan emosional dan keharmonisan dalam keluarga. Semoga kedepanya WPI lebih kreatif dalam mendorong minat membaca dan menulis di masyarakat, ” katanya. (anum)

 

Loading...