Bunda Indah dan RKLH siap sukung Kapoldasu

Wanita Medan.com – Tokoh perempuan nasional juga Ketum DPP Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA), Hj Bunda Indah meminta masyarakat Sumut jangan terpancing hoaks, apalagi yang sengaja dihembuskan oleh oknum yang disebut “tokoh”.

“Entah tokoh agama, politik, entahnya dia penokoh saya juga tidak tahu. Pokoknya orang seperti itu jangan dipercayai apalagi dipilih,” tegas Bunda Indah pada wartawan, di kediamannya Jalan Bima Sakti, Minggu (10/3/2019)

Ditambahkan Bunda Indah berbeda pilihan sah-sah saja. Tapi kenapa mengajak orang untuk membenci Kapolda Sumut. ” Irjen Pol. Drs. Agus Andrianto , SH MH itu orang baik. Dia orang yang rendah hati dengan siapa saja dia mau berbaur. Kok malah direkom copot. Untuk itu saya ingatkan masyarakat buka mata, pasang hati dan jangan mau diprovokatori oleh oknum anggota dewan itu,” ujar Bunda Indah hal ini terkait demo yang dilakukan seorang tokoh parpol pekan lalu. Saat temu wartawan Bunda Indah juga didampingi Wakil Ketua Umum DPP RKLA, Drs H Darwin Syamsul dan Ketua DPW RKLA Sumut, Soufienur Restu Nasution dan pengurus lainnya termasuk humas Eli Marlina.

Dikatakannya, jika saat demo kemarin ia tidak bisa tahan emosi maupun iman, dia sendiri (Bunda Indah) yang akan pimpin demo itu dan menunjuk orang yang memprovokatori demo itu. “Mungkin seperti itu kalau saya tidak bisa tahan emosi dan iman saya,” ujar Bunda Indah.

Bunda Indah sendiri mengenal sosok Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto merupakan orang yang rendah hati.Kapoldasu tidak pernah merasa menjadi penguasa. Dia mewakafkan hidupnya untuk masyarakat Sumut. “Untuk itu saya tegaskan sekali lagi, kalau ada oknum anggota dewan yang mengaku berakhlak berbuat seperti itu (memprovokatori:red) bangsa ini, maka masyarakat tidak perlu lagi memilih dia menjadi anggota dewan. Jangan pilih dia,” tegasnya.

Disisi lain Bunda Indah menyebutkan relawan, majelis taklim yang dipimpinnya juga DPW RKLA akan mendeklarasi menetapkan pilihan mendukung pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Deklarasi itu akan diselenggarakan 15 Maret 2019 di Marelan. Disebutkannya bahwa para relawan hingga sampai saat ini terus bergerak agar Jokowi terpilih lagi dua periode.

“Saat saya bertemu dengan Pak Jokowi di Istana beberapa waktu lalu, dia tidak pernah memaksa saya harus memilih beliau. Tidak juga tidak berambisi untuk dipilih. Tapi saya lah yang pasang badan untuk memilih beliau demi NKRI ini,” katanya.

Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar membuka mata hatinya jangan sampai terkontaminasi dengan berita hoaks. Menurutnya, di dalam pertandingan memang ada yang menang dan ada yang kalah. Itu sah-sah saja. Yang terpenting, jika ingin menang, jangan sampai menimbulkan fitnah dan kekacauan lewat hoaks, sehingga membunuh karakter calon lainnya.

“Jika ingin menang, turun ke rakyat langsung. Ambil hati rakyat dan berikan mereka nasihat yang baik. Bukan datang ke pelosok memberikan vitamin yang negatif,” ujarnya.

Bagi Bundah Indah, kedua pasangan calon presiden yang maju saat ini adalah putra terbaik bangsa. Hanya saja meskipun dua-dua nya terbaik, bagi mereka kali ini RKLA menetapkan pilihan untuk pasangan 01. “Kami memilih Pak Jokowi karena pekerjaan beliau belum selesai. membangun bangsa ini. Satu periode itu singkat. Makanya itu, ini soal pilihan saja,” sebutnya.

Terkait masjid yang dijadikan tempat penyebaran hoaks. Bunda Indah juga merasakan kekecewaannya. Menurutnya Islam itu rahmatan lil alamain, Islam itu suci. “Cukup kita saja yang kotor. Jangan kotori masjid dengan memasukan antek-antek politik yang menyebarkan kebencian. Jadikan masjid untuk mensucikan diri kita dan meminta ampun sama Allah. Jangan malah menjadikannya tempat menyebar kebencian. Saya tegaskan, jika ada ustaz yang datang ke masjid untuk menyebar kebencian, tegur dan usir dia. Bila perlu saya yang usir. Karena Rasul sendiri tidak pernah mengajarkan seperti itu,” tandas Bunda Indah. (evi) .

 

 

 

Loading...