Hijab salah satu hasil dandanan KBIH

Wanita Medan.com – Pernah lihat calon jamaah haji (Calhaj) saat berada di Asrama haji Medan. Pernahlah ya. Coba perhatikan kain yang disematkan di bahunya. Bentuknya segi segi, warnanya, cenderung norak. Entah apa maksudnya mengambil warna tersebut.

Mungkin berharap, disana (Mekkah) mudah nampak dan dikenali karena kontrasnya warna selempang tersebut, sebut saja kaju (layaknya pramuka). Anehnya, dibalik warnanya yang norak, tersimpan kenorakan lain. Yang dipikir-pikir tak layak terjadi, karena pelaksanaan ibadah haji adalah pelaksanaan ibadah yang suci.

Yang membutuhkan fisik dan moral. Namun jika ditelisik, sebenarnya calhajnya tak mengerti apa-apa soal kaju tersebut. Calhaj tahu mereka bayar, mereka pakai. Apakah tersimpan intrik dan motif tertentu calhaj tak pernah menyadari.

Begini ceritanya, sebelum menunaikan ibadah haji, umumnya calhaj melaksanakan praktek haji pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). KBIH inilah yang mengajarkan cara-cara pelaksanaan haji di Tanah Suci seperti melontar jumrah, tawaf, sai dan lain-lain. Pokoknya sesuai rukun-rukunnyalah.

Semua itu diajarkan KBIH atau yang disebut manasik haji. Untuk manasik calhaj harus merogoh kantongnya sangat dalam. Seorang calhaj yang sempat ditemui Wanita Medan di Asrama Haji menyebutkan, tak kurang Rp 7 juta dia harus membayar untuk ikut manasik selama 5 – 4 bulan.

Namun dia bermohon,” sudahlah bu… tak usah dibicarakan apalagi diberitakan,” ujarnya memohon. Nah, dibalik mahalnya biaya manasik haji ini tersimpan niat “busuk” sang penyelenggara manasik. Tak lain mereka ingin terlihat ekskusif, mewah dan wah. Dengan menandani calhajnya dengan berbagai macam atribut. Padahal koper dan tas semuanya pemerintah yang menyiapkan.

Caranya ya itu tadi, dengan membuat atribut calhaj macam-macam mulai dari kaju hingga hijab dengan warna menyolok. Pokoknya biar nampak bedalah. Maka tak jarang pemilihan warna, begitu menyolok ada merah, orange, kuning, dan campurn warna dasar sebut.

Sudah begitu, ketika masih di Asrama Haji Medan eksklusifitasan itu sudah nampak. Mereka seakan tak mau berbaur dengan kelompok lainnya. Kemana- mana dengan kelompoknya. Hiih… geramnya. Bagaimana di Tanah Suci ya… Menurut cerita yang pernah Wanita Medan dengar, ternyata disana sikap mereka juga sama.

Kenapa calhaj tersebut bersikap demikian, ya karena mereka bayar. Dan bayarnya tak sedikit tak seperti manasik yang diselenggarakan pemerintah gratis. Lantaran bayar mahal inilah mereka minta lebih.Lebih dilayani, lebih diperhatikan, pokoknya gitulah.

Ketya Forum KBIH Sumut Ilyas Halim

Akibat sikap tersebut, calhaj lain terutama yang gratisan menjadi gerah. Hingga muncul polemik dan akhirnya Kementerian Agama pun mengambil kebijaksanaan membubarkan KBIH. Nah, akhirnya… sampai akhirnya Ketua Forum KBIH Sumut Ilyas Halim juga angkat bicara. Dia mengatakan, itu tanggungjawab penanggungjawab KBIH nya . “Sudah tak pantas lagi mereka pakai-pakai kaju seperti itu,” ujarnya di Asrama Haji Medan. Nah, Loh benarkan. Maka kembalilah ke kitah semula, jadilah haji maupun calhaj yang tawaduk. Jangan sok ekskusif. (evi)

Loading...