by

Curhat Bu Guru Cantik

Wanita Medan.com –  Bukan hal yang berlebihan jika guru dijuluki pahalwan tanpa tanda jasa.Guru berjuang membina, mendidik dan mempersiapkan anak-anak calon penerus bangsa. Namun tak jarang, kesejaheraan mereka berbanding terbalik dengan besarnya pengabdian yang diberikan.

Seperti yang dialami oleh guru bernama Hevny Yanita Sarifudin ini. Ia bercerita bagaimana perjuangannya menjadi seorang guru. Demi sampai di sekolah tempatnya mengajar di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten Okus, Sumatera Selatan, ia harus melewati jalan berlumpur dan rusak.

Bahkan, ia rela baju dan celananya harus kotor setiap pagi terkena cipratan lumpur di jalanan yang ia lalui. Curahan hati beserta foto dirinya sedang berjibaku melawan buruknya medan, diungkapkannya di akun facebook pribadinya.

 

Berita Terbaru