by

Disdik Sumut Siap Salurkan KIP

Disdik Sumut Siap Pantau Penyaluran KIP

WANITA MEDAN – Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) siap memantau penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai upaya mengantisipasi penyimpangan dana tersebut demi kebaikan pendidikan.
“Kesiapan itu kita lakuan seiring adanya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tentang percepatan pelaporan dan penyaluran dana KIP yang ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy,” kata Kabid Dikmenti Disdiksu Dra Erni Mulatsih MPd di kantor Disdiksu Jalan T Cik Ditiro Medan.
Disebutkan Erni, surat edaran Mendikbud itu ditujukan kepada kepala dinas provinsi, kepala dinas pendidikan kabupaten, kepala sekolah SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, serta Kepala SKB, PKBM, dan LKP.
Menurut Erni, program nasional ini harus dilaksanakan dengan baik sesuai tujuan dan tepat sasaran, sehingga diharapkan akan tercapai seperti yang telah diprogramkan Kemendikbud.
Diakuinya, untuk penerimaam KIP ini ada mekanisme yang harus dilalui para siswa. Misalnya untuk siswa SMA bisa menerima dan mencairkan di BNI, sedangkan untuk SD, SMP, dan SMK di BRI.
KIP akan diberikan kepada anak usia sekolah (6-21 tahun) baik dari keluarga/rumah tangga tidak mampu yang ditetapkan oleh pemerintah atau yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sedangkan kriteria siswa penerima KIP antara lain penerima BSM dari keluarga pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014.
Selain itu usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima bantuan BSM, dari Peserta Program Keluarga Harapan (PKH), anak usia sekolah yang tinggal di Panti Asuhan/Sosial, anak/santri dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Madrasah) melalui jalur usulan Madrasah.
“Siswa anak usia sekolah yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/ bencana alam serta yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015 juga berhak menerimanya,” ungkap Erni.
Penyaluran dilakukan mulai April 2016 lalu melalui bantuan vendor yakni PT Dexter Ekspressindo dan PT Satria Antaran Prima. Namun pada praktiknya, kartu tersebut tidak diberikan langsung ke penerima KIP melainkan ditaruh di kantor desa. (WM-02)

Berita Terbaru