Ustadz Zanakhasry sedang ber

Wanita Medan.com – Pelaksanaan shalat zuhur pada  Ramadhan di Masjid Raya Aceh Sepakat di Jalan Mengkara Medan, sangat khidmat. Ratusan jamaah yang hadir terlihat mendengarkan tausiyah Al Ustad Dr. H.Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib, usai shalat zuhur.

Dalam paparanya, Al Ustad Dr.H.Zamakhsyari mengatakan, apabila dikaji lebih lanjut, diantara sifat dan nama Allah yang indah Al-Hakim, yang artinya maha bijaksana. Diantara bentuk kebijaksanaan Allah, tidaklah diperintahkan suatu perintah atau dilarang suatu larangan kecuali ada hikmah besar di baliknya.

Syari’at Islam secara umumpun penuh dengan tujuan, yang dikenal dengan istilah maqashid syari’ah (tujuan tujuan pokok syari’at.

Para ulama mengintisarikannya dengan dharurat khamsah, yakni lima hal urgen yang senantiasa diperhatikan syara’ dalam menetapkan hukum dan aturan, yaitu:  memelihara jiwa, memelihara agama, memelihara akal  pikiran,  memelihara keturunan, dan  memelihara harta benda.

Sebagai salah satu rukun Islam, pastinya ibadah puasa tidak lepas dari hikmah agung dibalik pensyari’atannya,sambung dia. Bahwa hikmah ini perlu dikaji, untuk menguatkan semangat dalam melaksanakan perintah Allah ini dengan sebaik baiknya.

Apabila dikaji lebih lanjut, setidaknya ada tujuh maqashid (tujuan) dibalik disyari’atkannya puasa.

Pertama, mewu’udkan ketaqwaan melalui ubudi ah kepada Allah Ibn Qayyim berkata: Seorang yang berpuasa dengan benar akan meraih ketaqwaan karena ia tidak meninggalkan makan dan minum serta syahwatnya kecuali demi Allah yang disembahnya. la mendahulukan apa yang disenangi Allah daripada apa yang disenangi dirinya sendiri.

Frasa “laalakum tattaqun” sebagai hikmah dari syariat puasa menuntut hamba untuk senantiasa bermuhasabah terhadap amalannya selama ia berpuasa.

Kata dia, telah berkata Maimun bin Mahran: “Seseorang itu tidak akan menjadi bagian dari golongan yang bertaqwa hingga ia mengevaluasi dan bermuhasabah diri.”Jika jiwa Iapar semua anggota tubuh kenyang, dan jika jiwa kenyang scmua anggota tubuh lapar.”Katanya.

lnti puasa bukan sekedar tidak makan dan minum, melainkan puasa harus menjadi perisai yang melindungi seorang individu dari hal hal yang mengotori jiwanya. Rasulullah bersabda: “puasa itu perisai yang melindungi dan’ masuk ke dalam neraka, sebagaimana perisai melindungi seorang diantara kalian saat berperang.” (HR. Ahmad)

Puasa yang mengantar pada kedudukan yang mulia bukan sekedar puasa dari makan dan minum, melainkan puasa dari bermaksiat kepada Allah. lnilah puasa yang mensucikan jiwa. Rasul bersabda. “Betapa banyak orang puasayang didapatnya hanya rasa Iapar dan haus, dan betapa banyak orangyang berqiyamullailyang didapatnya hanyalah begadang dan rasa letih.” (HR. Ahmad)

ika puasa Ramadhannya benar, maka inilah yang dimaksud Rasul antara satu Ramdahan ke ramadhan tahun depannya menjadi penghapus dosa.”shalat fardhuyang Iima, darijumat kejumat berikutnya, dari ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi penghapus dosa, selama ia menjauhkan diri dari dari dosa besar” Ucapnya.

Puasa juga menumbuhkan empati dan solidaritas. Puasa disyari’atkan agar si kaya ikut merasakan lapar, sehingga ia tidak lupa kepada kaum fakir miskin. Bulan ramadahan bulan solidaritas. Rasulullah pun paling menunjukkan kedermawanannya di bulan ini. Rasul bersabda: “Orangyang berpuasa jika ikut berbuka bersamanya orang Iain, malaikat bershalawat atasnya hingga ia selesai dari makannya” (HR. al-Baihaqi).

Dia menambahkan, puasa juga  memelihara kesehatan sebab pada dasarnya,puasa dapat meningkatkan kualitas kesehatan mereka yangberpuasa. Puasa memberikan waktu istirahat bagi organ organ tubuh.(evi)

Loading...