Kepala Sekolah SMA 1 Batang Kuis Edy Sumarno ditengah-tengah guru Bahasa Indonesianya

Wanita Medan.com – Senang rasanya bertemu dengan guru-guru yang kreatif dan inovatif. Meski mereka mengajar bukanlah di sekolah favorit yang berada ditengah kota. Tapi, toh prestasi mereka tak kalah dengan guru-guru yang berada di sekolah favorit itu.

Menyambangi guru-guru Bahasa Indonesia di SMA 1 Batang Kuis Deli Serdang, rasanya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Wanita Medan.com. Ramah sudah pasti namun yang paling menonjol adalah prestasi mereka.

Guru Bahasa Indonesia ini, seperti ibu Mercy Simarmata, Zulhijjah Pane, Lisbeth Astrida, Supiah, Siti Fatimah mampu menjadikan anak didiknya menjadi gemar menulis. Dari gemar menulis ini, akhirnya terciptalah cerpen, puisi dan tulisan lainnya.

Bagusnya lagi tulisan anak didik ini mereka jilid dan menjadi koleksi perpustakaan. “Tulisan siswa ini menjadi referensi bagi yang lain, untuk melakukan hal yang sama,” kata Bu Zulhijjah Pane anak-anak memanggilnya bu “Zupe”.

Itu semua berkat adanya kelompok literasi di sekolah itu, ditambah guru Bahasa Indonesia yang memang konsern untuk itu. Bahkan diantara guru SMA 1 Batang Kuis ini Ibu Supiah merupakan seorang penulis yang karyanya kerap mengisi, buletin maupun majalah instansi pemerintah seperti majalah milik Balai Bahasa Sumut.

Ketika Wanita Penulis Indonesia (WPI) berkunjung sekolah ini berbarengan dengan Wanita Medan.com, rasanya klop sekali. Guru yang kreatif, ditambah Kepala Sekolah yang mendukung. Serasa sejalan dengan cita-cita WPI yang ingin menumbuhkan bakat-bakat menulis generasi muda.

“Sebagai mitra pemerintah, kami akan memulai program kerja WPI dengan bekerjasama dengan sekolah untuk membentuk kelompok literasi. Mudah-mudahan dengan adanya kelompok literasi, tidak saja menumbuhkan gemar membaca tapi juga menulis,” kata WPI Anita Kencana Wati. Semoga. (evi)

Loading...