Para wisudawan bersama pendiri Huffazh Center Indonesia H.Ivan Iskandar Batubara berpoto bersama

Wanita Medan.com – Sebanyak,47 hafizh dan hafizah lulusan Huffazh Center Indonesia (HCI),angkatan ke IV,dinyatakan lulus setelah belajar selama 6 bulan dan mampu menghafal Alquran 30 Juz. Mereka diwisuda,Selasa( 1/10 – 2019) di Hotel Tiara Convention Medan.

Hadir,Keluarga Pendiri HCI,Dr.Maslim Batubara,H.Ivan Batubara dan isteri Hj Revita Lubis dan putra-puterinya.

Mantan Menteri Agama Al Hadiah Prof.Dr.KH.Said Agil Husin Al Munawar yang juga Dewan Hakim MTQ Internasional. Ketua MUI Kota Medan,Prof.Dr.H.M.Hatta,MA.Ketua FKUB Sumut,Prof.Dr.H.Maratua Simajuntak,Pembina HCI,Dr.H.Maslim Batubara.Faunder HCI,H.Ivan Batubara dan isteri Hj Revita Lubis. Direktur HCI,Dr.Sakhira Zandi M.Si dan Kordinator HCI Al Ustad,H.Yahya Ishak,Lc.MA serta para kepala sekolah dan undangan lainnya.

Suasana wisuda diwarnai rasa haru. Ivan Iskandar Batubara terlihat menitikan air mata,didetik-detik akan mengalungkan sorban kepada para tahfizh. Ia seolah tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya yang sudah memberi kesempatan kepada para hafizh dan hafizah belajar secara gratis selama 6 bulan,dengan berbagai fasilitas.

“Pertama kali HCI akan berdiri,kami sekeluarga sempat ragu,apakah bisa mengelola lembaga ini? Tapi Allah selalu punya cara untuk menyelesaikan masalah,hingga sekarang semua lancar dengan peserta bertambah dari kalangan perempuan,”katanya.

Dijelaskan,sejak hadir selama 23 bulan Huffazh Center Indonesia (HCI),sudah mewisuda 143 Hafizh dan hafizah dalam empat angkatan. Artinya,  rata-rata HCI dalam satu bulan bisa mencetak 6 penghafal Alquran.

Direktur HCI, Sakira Zandi menyebutkan pertama kali dibuka, peminatnya cukup banyak mencapai 500 orang. Namun yang menghafal Alquran ini, sebanyak 16 orang.

Kemudian pada angkatan kedua pendaftarnya mencapai 700 orang, angkatan ketiga sebanyak 800 orang serta angkatan keempat mencapai 1000 orang.

Panitia wisuda, M Hasbi Maulana Batubara,  dalam laporannya menyebutkan dari 47 santri yang diwisuda angkatan ke 4 ini, 16 diantaranya santriwati,  dan 31 lainnya santriwan.

Para santri yang diwisuda ini  datang dari berbagai daerah di Sumatera Utara dan juga diluar Sumut. Mereka mampu menyelesaikan menghafal Alquran 30 juz rata-rata 4 hingga 5 bulan. Bahkan ada yang hafal dalam kurun waktu 3 bulan 19 hari, lebih cepat dari program HCI ini menyelesaikan menghafal Alquran selama 6 bulan.

Untuk angkatan keempat ini sebutnya, pendaftar mencapai 1000 orang. Kemudian terseleksi 48 orang, pada bulan pertama pulangkan 3 peserta, dan digantikan cadangan, dan bulan kedua pulangkan 1 santri. Karena sudah dua bulan berlangsung prosesnya, jadi tidak mungkin digantikan lagi.
Para santri tidak hanya diajarkan menghafal Alquran saja namun juga ilmu sosial, dan fardu kifayah. “Jadi ada pendidikan nasionalis dan agamais, “ujarnya.

Mantan Menteri Agama Al Hadiah Prof.Dr.KH.Said Agil Husin Al Munawar yang juga Dewan Hakim MTQ Internasional,menyebutkan orang yang menghafal Alquran akan memiliki keunggulan dibanding yang lain.’Saya sudah buktikan UIN Jakarta,yang hafal Alquran bebas SPP yang hafal di UIN Malang lebih 2.000 orang.

Maka yang baru di wisuda,kuliahnya akan diberi beasiswa sampai selesai di Perguruan Tinggi yang dipilih. “Saya akan rekomendasi kuliah di Timur Tengah bagi yang lancar berbahasa Arab,termasuk Ummul Qurro di Makkah Al Mukarromah,jika sudah disana akan dekat dengan Ka’bah dan makam Rasulullah sebagai tempat yang sangat berkah dan memudahkan kita hafal Alquran,”katanya.

Orang tua yang memiliki anak penghafal Alquran,kata dia,di hari akhirat nanti akan memberikan hadiah kepada orang tuanya berupa permata.”Beruntunglah orang tua yang memiliki anak penghafal Alquran,”katanya yang berharap para wisudawan untuk terus mempertahankan bacaan Alqurannya.(wm01)

Hafizah HCI berpoto bersama pendiri dan undangan.

 

Penasehat HCI yang juga Ketua Forum Komunikasi Muslimah Indonesia berpoto bersama H.Ivan Iskandar Batubara dan pengurus FKMI Sumut.
Loading...