Cara pengumuman kelulusan di zaman now

Wanita Medan.com – Siswa SMA sederajat menerima surat kelulusan dari sekolah. Tanda bukti kelulusan itu diserahkan kepada orangtua langsung dalam bentuk amplop tertutup. Seperti yang terjadi di sejumlah SMA dan SMK . Seperti di SMK 7, SMK 3, SMA 13, SMA Eria dan SMA 1 Medan, Senin (13/5/2019 ).

Kepala Sekolah SMK 7 Medan Asli Sembiring saat ditemui di sekolahnya menyebutkan, ada dua siswanya yang tak lulus. Tak diluluskan dengan sebab yang sudah tak bisa ditolerir lagi. “Kelewatan sudah, mau diapakan lagi. Ujian absen, dijemput ke rumahnya tak ada. Orangtuanya pun tak tahu anaknya dimana. Kami menyerah, meski kelulusan sekolah yang menentukan, tapi kalau yang seperti ini kami angkat tangan,” kata Asli seraya menambahkan yang tak lulus tersebut keduanya perempuan.

Meski memiliki siswa “nakal”, tapi banyak juga yang berprestasi. Tercatat 10 orang siswa SMK 7 Jalan STM Medan lulus SNMPTN mereka adalah Dede Prayuda (Unimed), Natalia Sibarani (Unimed), Aquila Silvana (Unimed), Nurhasanah (UIN Ar Raniry Banda Aceh), Novita Purba Tambak (Univ Negeri Padang), Kristina Sembiring ( Unimed), Anisah Syafitri (Unimed), Mayang Sari Indriana ( Unimed), Kartika Putri (Unimed) dan Natalia Sri Rejeki ( Univ Haluoleo Kendari).

Kepsek SMA 13 Mukhlis, M.Pd menyebutkan, seluruh siswanya yang ujian UNBK lulus semua. Berbeda dengan kepsek SMK 7, Kepsek SMA 13 menyadari betul otoritas kelulusan memang berada di pihak sekolah. “Selama masih ikut ujian, tak masalah luluskan saja,” ujar kepsek yang juga Ketua MKKS SMA ini.

Wajar, jika siswanya memiliki nilai yang sangat tinggi tercatat Anisa Atika Putri memiliki nilai Bahasa Indonesia tertinggi yakni 94, disusul Faisal Hanafi Harahap dengan nilai 87,5 untuk matematika dan 70 untuk mata pelajaran pilihan yakni kimia. Dengan prestasi tersebut sebanyak 37 siswa SMA 13 Medan, lulus SNMPTN.

Sementara SMA dan SMK Perguruan Eria lulus 100 persen. Kedatangan orang tua siswa yang mengambil tanda kelulusan,kemarin sore berlangsung tertib.Amatan wartawan koran ini, orang tua siswa yang hadir menyerahkan surat panggilan dari pihak sekolah kepada panitia penyerahan surat kelulusan. Selanjutnya, orang tua mendapatkan arahan terkait kelanjutan yang akan dilakukan siswa usai menerima surat kelulusan. Kemudian secara resmi pihak sekolah menyerahkan kembali siswa kepada orang tuanya,setelah tiga tahun dididik Perguruan Eria.

Wakil Kordinator Perguruan Eria, Drs.H.Rukzaidan dalam keteranganya menyebutkan, pengembalian siswa kepada orang tuanya sekaligus ucapan terimakasih telah mempercayakan anak-anaknya dididik oleh Perguruan Eria selama tiga tahun lamanya. “Pihak sekolah menganggap peserta didik adalah anak kedua yang diberikan keilmuan dan wawasan,bukan saja dalam lingkup kurikulum, tapi bersandar pada pendidikan muatan lokal. Dimana tujuan mencerdaskan mereka bukan bergantung pada pembelajaran dari aspek kurikulum tapi juga dalam sisi penguatan keagamaan dan keterampilan yang diharapkan menjadi bekal, untuk melanjutkan pendidikan,”kata Rukzaidan.

Dia juga mengingatkan orang tua, agar anak-anak yang lulus SMA dan SMK tetap melanjutkan pendidikan sebagai sarana mempermudah meraih jenjang karir.

Sebelumnya Kepala SMA Khoruddin menyebutkan, siswa SMA lulus 100 persen dan mereka akan menerima SKHU sebelum menerima Ijazah untuk keperluan mendaftar ke jenjang Perguruan Tinggi.

Hal senada disampaikan Kepala SMK,Edi Azhar menyebutkan,kelulusan 100 persen bagi siswa sekaligus beberapa siswa lulus jalur tanpa testing ke Perguruan Tinggi Negeri, diharapkan memotivasi siswa lainnya untuk lebih giat belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Provsu Arsyad Lubis melalui Ketua Ujian Nasional tingkat Provinsi Sumatera August Sinaga menyebutkan, terkait kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan atau sekolah itu kewenangan sekolah melalui rapat dewan guru yg dipimpin oleh kepala sekolah, sedangkan hasil UN tidak menentukan kelulusan hanya untuk pemetaan mutu , tetapi setiap peserta didik wajib mengikuti UN.

Berdasarkan peringkat hasil UNBK SMA tingkat Sumut pada mapel IPA, menempatkan Tobasa urutan pertama dengan nilai 56,52, Siantar 55,98 dan Medan 54,43, pada mapel IPS, Siantar 50,70, Tobasa 49,09 dan Medan 48,98. Dengan demikian Tobasa menempati urutan pertama nilai UNBK tertinggi 2019. Sedangkan SMK point tertinggi Labuhan Batu 182,38, Siantar 180, 05 dan Simalungun 179, 44. (evi)

Loading...