Orangtua mendaftar di SMPN 1 Medan

Wanita Medan.com –  Orang tua mengeluhkan tata cara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang terjadi di sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Medan, Selasa (2/7- 2019). Orang tua kesal karena   tidak adanya aturan dan antrian menyebabkan pendaftar yang kebanyakan perempuan saling berdesakan.

Sementara pihak sekolah tak mampu berbuat banyak karena minimnya tenaga pengamanan. Hal itu terlihat di SMP 2, 3, 6, 23 dan dibeberapa sekolah lainnya. Akibatnya desak-desakankan tak terhindarkan. Meski pendaftaran sampai 6 Juli 2019, namun orangtua dan siswa tak menghiraukan hal itu. Untuk tahun ini SMP 2 menerima sebanyak 282 siswa, SMP 3 320 siswa, SMP 6 358 siswa dan SMP 23 192 siswa ditambah dua rombel sekolah terbuka total 256 siswa.

Terkait adanya statement dari Ketua PPDB Dinas Pendidikan Medan Supri kemarin yang menyatakan, zonasi tak memandang kilometer yang penting kuota terpenuhi. Pendaftaran ditutup. Akibatnya orangtua berlomba-lomba mendaftarkan anaknya di hari pertama.

Beda halnya dengan SMPN 1 Medan, sekolah itu menerapkan sistem antrian untuk mengambil formulir. Orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya terlihat penuh kesabaran, menunggu agar bisa memberikan berkas kepada panitia. Melihat panjangnya antrian, panitia PPDB menyediakan buku yang langsung ditulis nomor oleh orang tua calon siswa.  Setelah menulis  nomor dan nama, orang tua calon siswa tidak lagi berbaris panjang. Mereka percaya petugas akan memanggil nama dan nomor antrianya.

Adlan, petugas PPDB yang memanggil nomor antrian setelah ditulis orang tua di buku, terlihat sabar meski harus mengeraskan suara. Diapun menjawab pertanyaan orang tua calon siswa yang akan mendaftar karena berkas belum sempurna.

Kepala SMPN 1 Lisnawati Susman,MM menyebutkan, sejak pagi orang tua calon siswa sudah antrian untuk bisa memberikan berkas PPDB ke meja panitia. “Awalnya berdesakan, tapi oleh panitia disediakan buku dan pulpen. Spontan mereka membuat nomor urut,sehingga yang lain tidak lagi berbaris, setelah isi nomor langsung menunggu di luar ,sehingga barisan tidak panjang lagi.

“Saya salut juga dengan orang tua calon siswa yang tertib sehingga proses pengambilan berkas formulir dan pengisian kepada petugas terlihat lancar,”katanya.

Saat ditanyakan terkait membludaknya pendaftar di hari pertama,dia menyebutkan hal ini memang biasa dalam PPDB. Padahal,kata dia,jadwal penerimaan hingga tanggal 6 mendatang.”Ada yang datang masih tanya-tanya, padahal syaratnya sudah kita umumkan di depan.Maka,terganggulah yang akan mendaftar dengan syarat yang cukup.Tapi begitupun tetap kita layani, karena mereka butuh informasi,”katanya.

Terkait jarak antara rumah ke sekolah sebagai syarat zonasi,dia juga mengakui ada orang tua yang kurang paham menghitung maka petugas membantunya sesuai alamat tinggal yang tertera di Kartu Keluarga. Untuk daya tampung di SMPN 1 Medan tahun ini ada 319 siswa.(evi)

 

Loading...