Nah, lihat cara Maulidah membaca puisi

Wanita Medan.com –  Bagi calon jemaah haji (Calhaj) saat-saat keberangkatan dari aula Madinatul Hajjaj menuju Bandara Kuala Namu. Adalah moment-moment paling mengharukan. Sedih karena sebentar lagi meninggalkan Tanah Air, berarti meninggalkan segalanya, anak, istri handai taulan, status dan jabatan.

Tapi ada yang lebih mengharukan lagi saat petugas haji membacakan talbiyah. Petugas pembaca talbiyah ada dua di Asrama Haji Medan, Gamal Naser dan Rita Nasution. Saat keduanya membacakan talbiyah ,Labbaika allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. innal hamda wan ni’mata laka wal mulka laa syariilak… merinding badannya dibuatnya.

Apalagi saat kak Rita membacakan puisi yang mengungkapkan  kecintaan manusia pada Nabi Muhammad SAW. Duh… berlinang air mata, sai. Tak jarang para jamaah meneteskan air mata, saat kak Rita usai membacakan puisinya.

Tapi, Sabtu 13 Juli 2019 kak Rita tak ada. Ketidakhadirannya digantikan Maulidah Hasnah Anas M.PdI seorang dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hikmah Jalan Pancing Medan dan juga dosen honor di Uniersitas Islam Negeri Sumut . Selama tiga hari ini, poisisi Kak Rita digantikannya.

“Karena Kak Rita sedang ada keperluan di Jakarta,” kata Maulidah saat usai membacakan puisi untuk keberangkatan calhaj kloter 2.

Jamaah siap berangkat

Putri  pendiri Muhammadiyah Agus Tahir ini, sudah tak asing lagi dengan puisi. Kejuaraan puisi nyaris semua diikutinya. Tak heran piagam penghargaan dan tropy berjejer rapi di rumahnya. Terakhir Maulidah mencatatkan dirinya sebagai juara puisi antar mahasiswa se Sumut dan berhak mewakili Sumatera Utara. Tak sia-sia Maulidah pun menyabet gelar juara di Jakarta.

Sekarang tiga hari ini sampai Senin 15 Juli 2019 kita masih akan mendengarkan Maulidah membaca puisi. Semoga berkenan ya, karena lain orang lain pula gayanya. Nikmati saja, yang penting pekerjaan selesai dikerjakan dan calhaj  dapat diberangkatkan dengan doa. (evi)

Loading...