WNita Medan. com – Mahasiswa jurusan teknik mesin Institut Teknologi Medan (ITM) meluncurkan dua inovasi terbaru wahana roket kendali, pesawat tanpa awak dan akan mengikuti kompetisi di Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional (LAPAN) 26 Agustus 2019 di Pamumpuk Garut, Jawa Barat.

ITM satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Utara yang lolos untuk mengikuti even yang diikuti 24 tim se Indonesia. Produk teknologi inovatif itu merupakan inovasi aerodinamik (aeromodeling) yang sudah pernah dilaksanakan dan ITM sudah kedua kalinya mengikuti ajang kompetisi tersebut.

Dosen pembimbing Mahyunis ST MT bersama 4 mahasiswa jurusan mesin semester enam, Saddam Armada Akbar Aceh, Herman Suhda, Adrian Yusri dan Sultan Guntur Tanjung dilepas oleh Wakil Rektor I Dr Hermansyah Alam, MT, Ketua Jurusan Teknik Mesin Ir Nurdiana MT, Sekretaris Dr Iswandi ST MT dan Kabiro Humas M Vivahmi SH MSi, Rabu (21/8- 2019) di kampus Jalan Gedung Arca Medan.

Mahyunis menjelaskan, wahana roket kendali tanpa sayap berukuran 120 cm, lebar 60 cm dengan kecepatan 100-110 km/jam diketinggian 100 meter dalam jangkauan radius 2 km lebih berbiaya Rp 25 juta dan pesawat tanpa awak yang sama ukurannya menelan biaya Rp 15 juta itu diharapkan menorehkan prestasi terbaiknya.

Kedua produk tersebut didesain menggunakan bahan polipon atau serat karbon. Tapi dengan kerja keras tim Sarang Helang maka sikap luncurnya hampir memenuhi kriteria diatas 70 persen didukung penggunaan GPS yang biayanya relatif rendah dan murah tapi telah teruji di ketinggian tertentu bisa menempus angin yang kuat.

Mahyunis menambahkan, produk wahana roket kendali yang paling terberat di kelasnya. Sebab, sistem sikap meluncur ke kordinat yang tidak maksimal maka untuk mengantisipasinya digunakan sistem kendali EDF yang terpasang di roket sehingga diharapkan bisa mencapai titik kordinat yang tepat.

“Tahun 2018 lalu mendapat kesempatan di ajang yang bersifat penelitian dan kompetisi dan hanya fokus pada kompetisi wahana roket kendali. Namun 2019 ini, LAPAN memberi kesempatan kepada mahasiswa ITM untuk mengetahui kedirgantaraan dengan menggelar kompetisi kedua produk itu untuk diperlombakan di even yang sama,” jelasnya.

Wakil Rektor ITM Hermansyah Alam memberikan apresiasi dan mengharapkan agar ITM menjadi rujukan pendidikan teknologi inovatif baik PTN maupun PTS di Sumut. Apalagi, Kemenristekdikti sudah mengeluarkan peraturan bahwa perguruan tinggi harus berbasis produk inovatif yang dapat dipasarkan ke dunia industri dan masyarakat.

“PT harus bisa membuka usaha dan mencari keuntungan bagi universitasnya. Bagi ITM sukses itu biasa tapi kalau kita bisa mensukseskan orang lain maka itu luar biasa. Untuk itu, mahasiswa dan lulusan harus memiliki SDM berkualitas,” tambahnya.

Ditambahkannya, ada 260 PTS di Sumut namun hanya ITM yang mampu mengikuti even nasional dan bisa bersaing dengan universitas di Pulau Jawa. Momen ini menjadi promosi besar dan lompatan yang sangat luar biasa karena bisa mengalahkan perguruan tinggi seperti USU yang banyak melahirkan teknokrat tapi belum lolos mengikuti kompetisi di LAPAN..Hal senada diungkapkan Ketua Jurusan Teknik Mesin Nurdiana mengharapkan kerja keras, keseriusan yang sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir menciptakan inovasi dan menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berprestasi serta bisa menyelesaikan studinya tepat waktu. (evi)

 

Loading...