Wanita Medan.com – Anak-anak adalah pribadi yang masih sangat polos. Mereka akan menyerap dan mudah terpengaruh dengan apa yang mereka dengar, lihat serta rasakan. Ketika orang dewasa di sekitarnya mengatakan suatu hal yang cukup membuat anak tersudut atau sedih, disadari atau tidak hal ini tidak jarang akan membuatnya merasa rendah diri, hilang kepercayaan diri atau minder.

Tidak jarang apa yang mereka dengar dari orang dewasa di sekitarnya khususnya pernyataan yang membeda-bedakannya dengan saudara atau orang tuanya, ini akan membuat anak berpikir lebih jauh dan ketakutan. Seperti yang dialami oleh seorang anak berusia 4 tahun asal negeri Jiran berikut ini.

Anak ini bernama Alis. Ia sebenarnya merupakan anak yang ceria, manis dan cantik. Namun sayang, beberapa waktu lalu ada orang yang berkata bahwa kulitnya hitam, tidak seperti kulit ibu atau kakak perempuannya yang putih. Tak satu atau dua kali Alis mendengar pernyataan ini setiap kali ia berjalan bersama sang ibu dan kakak. Dan pernyataan inilah yang membuatnya jadi sedih, takut bahkan minder untuk sekedar mengenakan pakaian warna pink seperti yang sering digunakan sang kakak.

Kisah ini sendiri diceritakan oleh ibu Alis yakni Nurulbadiah Lai di akun sosial media, facebook pribadinya. Dilansir dari laman worldofbuzz.com, Nurul merasa sangat sedih sekaligus kecewa ketika ada orang yang membedakan anak-anaknya. Padahal, ia dan keluarganya selalu memperlakukan anak-anaknya dengan sama. Ia dan keluarga memiliki kasih sayang sama dan tidak pernah mempermasalahkan warna kulit anak-anaknya.

Nurul memiliki dua orang anak. Anak pertamanya bernama Balqis dan ia memiliki kulit putih seperti dirinya. Sedangkan anak kedua bernama Alis dengan kulit sawo matang seperti sang ayah. Nurul tak pernah mempermasalahkan perbedaan warna kulit ini karena baginya kedua anaknya adalah malaikat untuknya. Tapi, setiap kali ke luar rumah bersama, selalu ada orang yang membedakan warma kulit anak-anaknya.

Suatu hari, Balqis dan Alis ikut dengannya ke pasar. Di sana, mereka bertemu seorang yang mereka kenal. Di tengah obrolan mereka, orang tersebut mengatakan, “Yang besar kulitnya putih seperti ibunya, tapi yang kecil lebih gelap, mungkin ia seperti ayahnya.” Bagi Nurul, pernyataan ini adalah pernyataan biasa. Tapi bagi anak-anaknya, ini membuat mereka sedih terutama bagi Alis.

Tak lama setelah kejadian ini, Nurul meminta Alis memakai baju bertema Frozen berwarna pink. Namun buah hatinya tersebut terus menolaknya. Kepada sang bunda Alis mengatakan ia ingin punya kulit putih seperti sang kakak dan bunda dulu sebelum memakai baju warna pink tersebut. Menurut anak yang masih sangat polos tersebut, baju warna pink hanya cocok untuk seseorang yang memiliki kulit putih.

Alis juga bertanya kepada Nurul sebuah pernyataan yang membuatnya sedih. “Kenapa Alis hitam sedangkan bunda dan kakak putih?” Dari pengalamannya inilah, Nurul memberanikan diri curhat ke sosial media bahwa ia sangat kecewa ketika ada orang yang mempermasalahkan warna kulit. Sontak saja, curhatannya viral di sosial media.

Curhatannya telah dibagikan lebih dari 1.900 kali. Curhatan tersebut juga dibanjiri ratusan komentar simpati dari netizen. Tapi tidak sedikit yang menilai apa yang dilakukan hanya mencari perhatian saja. Namun yang pasti, lewat curhatannya ini, ia ingin semua orang menghargai apapun warna kulit orang-orang di sekitarnya. Ia ingin semua orang tak lagi membanding-bandingkan satu orang dengan lainnya karena perbedaan yang ada dalam diri mereka.

Nurul mengaku sama sekali tak ingin membuat sensasi apalagi memviralkan anak-anaknya. Ia hanya ingin mengajak semua orang untuk lebih bijak dalam menilai perbedaan pada diri siapapun. Semoga apa yang dialami Nurul menjadi pelajaran berharga buat kita semua untuk tidak membandingkan orang hanya dari penampilan luarnya saja terutama dari warna kulit atau sejenisnya. (wm.02/wc)

Loading...