by

Kalau Mau Jadi Pengusaha Sukses Jangan Takut Keluar dari Comfort Zone

Wanita Medan.com –  Koordinator Kopertis Wilayah I, Prof Dian Armanto MSc MA PhD, secara resmi membuka seminar Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan yang digelar di Selecta Ballroom Medan, kemarin.

Dian Armanto memberi apresiasi kepada Fakultas Ekonomi yang menggelar acara seminar hingga ketujuh saat ini, dan berharap kedepan bisa melakukan seminar yang lebih baik lagi.
“Saya berharap dibangun suatu budaya kewirausahaan di Fakultas

Ekonomi UNPRI Medan, kemudian ikut berpartisipasi pada pekan kewirausahaan yang digelar Kopertis Wilayah I, sehingga mahasiswa Fakultas Ekonomi UNPRI mampu menimba pengalaman dari mahasiswa lainnya. Semoga mahasiswa sebagai entrepreneur baru lahir dari acara seminar ini, apalagi di Indonesia hanya 2 persen enterprener. Semoga mahasiswa Fakultas Ekonomi UNPRI jadi calon enterprener yang baik di Medan,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kampus UNIPRI salah satu kampus terbaik di Sumut, berharap UNPRI menjadi kampus yang terus menjadi salah satu terbaik di Indonesia.
”Komitmen UNPRI kita dukung, komitmen dan motivasinya tinggi, kami berharap dengan banyaknya kegiatan mahasiswa yang terjadi di kampus ini, bertambah tinggi pula nilai akreditasi kedepan,”tambahnya.

Mutu sebuah perguruan tinggi dipengaruhi banyak faktor, seperti kualitas, tata kelola, kualitas dosen, kegiatan mahasiwa dan kualitas penelitian serta publikasinya. Makin banyak penelitian dan publikasi yang terjadi akan mendukung kualitas kampus.

Pada kesempatan itu, Christian Sugiono, artis yang juga digital entrepreneur memotivasi mahasiswa FE UNPRI Medan, menjadi entrepreneur muda, keluar dari comfort zone meskipun sudah bekerja seperti saat ini, sehingga kedepan bisa mandiri dan sukses kedepan.

Christian Sugiono yang memulai bisnis IT tahun 2006, yang bergerak dibidang pengembangan web, content dan distribution, termasuk membangun www.malesbangat.com, cerita pengalaman sebagai mahasiswa yang juga sebagai pengusaha, memanfaatkan waktu luang ketika menunggu shooting film, bermodalkan laptop dan internet mengkreasi kontent termasuk tulisan, mencari inspirasi dan menghasilkan ide-ide premium.

Ketika mahasiswa bertanya soal bagaimana bangkit dari sebuah kesalahan dan kegagalan, Christian Sugiono mengatakan, kita perlu mencari partner yang punya skill berbeda. “Maunya ada orang yang ahli dalam hal tertentu, ada yang ahli di bidang marketing, ada yang ahli di bidang produksi, ada yang ahli di bidang IT. Kalau orang yang nangani produksi juga harus memikirkan marketing, bisa kemungkinan terjadi penurunan kualitas produk”,ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Denny Santoso, Digital Marketer & Entrepreteur dari Jakarta. Denny mendorong mahasiswa Fakultas Ekonomi UNPRI menjadi digital marketer, mindset diubah dari cari kerja menjadi karyawan menjadi digital entrepreneur.
Denny mengatakan ada langkah yang perlu dilakukan bila menjadi digital marketer, yaitu sadar punya minat, belajar dari yang lain, belajar dan latihan. Important Digital mindset menurutnya ada beberapa hal, yaitu do it or die, focus, be positive, losing money is part of the game, if you dont know, ask.

“Digital marketing tidak ada kurikulum di sekolah bahkan kampus, hanya diperoleh dari para praktisi di lapangan. Digital marketing sebuah proses prosfek dari orang lain, yang mau membeli berulang-ulang. Jadi bukan fokus soal produk, tapi siapa customernya. Digital marketing adalah keahlian, bukan soal produk. Inilah mindset digital marketing,”jelasnya. (WM.02)

Berita Terbaru