by

Kisah Kesantunan Seorang Anak yang Bernama Prof. Dr. Syawal Gultom .M.Pd

Wanita Medan.com – Kemarin, ada berita seorang anak memaksa ibunya menjadi pengemis. Sontak semua beraksi, calon gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung mengambil tindakan mengambil sang ibu untuk kemudian dimasukkan ke panti sosial.

Sedangkan si anak, netizen minta ditangkap saja dan jebloskan ke dalam penjara. Begitulah reaksi setiap individu bila bicara tentang ibu. Orang akan marah, bila perempuan yang dipanggil ibu itu disia-siakan apalagi disiksa.

Sebaliknya orang akan menangis haru, melihat santunnya seorang anak kepada ibunya. Pemandangan itu masih tergambar jelas di mata Wanita Medan.com manakala seorang Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd – Rektor Universitas Negeri Medan menangis haru di depan orang banyak manakala berbicara tentang ibundanya.

Saking harunya, dia tak mampu berkata-kata panjang. Padahal dia dikenal sebagai orator ulung tapi dihadapan seorang wanita tua yang dipanggilnya “Inong” dia tak mampu berkata-kata. Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd menangis.

Jika orang nomor satu Unimed itu menangis haru pasti ada sesuatu yang betul-betul menyentuh hatinya. Mungkin dia terharu membayangkan perjuangan Inong membesarkan dirinya hingga  bisa menjadi orang sukses. Begitu juga dengan sang Inong bagaimana bangganya dia menceritakan anaknya yang baik itu.

“Dia (Syawal) tak pernah menyusahkan kami. Sejak SD dia tak pernah minta uang jajan pergi sekolah. Dia rajin, pulang sekolah dia mengumpulkan ubi dan pisang,” kata Inong saat testimoninya diputarkan dalam kegiatan pergantian nama gedung FMIPA menjadi Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd baru-baru ini di Unimed .

Prosesi penyamputan Syawal Gultom dan keluarga

 

 

Yang paling Wanita Medan.com makin terenyuh betapa mulianya perlakuan Syawal Gultom pada inongnya itu. Seperti dikisahkan Inong, ketika naik pesawat inong di  tempatkan di  eksekutif sementara Syawal yang ekonomi. Pokoknya asal Inong-nya bahagia apapun dilakukan Syawal Gultom.

Apa yang dilakukan Syawal Gultom pada Inongnya, jadi pembuktian saat ini. Seperti janji Allah Ridho Ibumu adalah RidhoKu. Maka muliakan ibumu (kata Nabi Muhammad SAW sampai 3 kali).  Dia menjadi orang sukses dan banyak dikagumi banyak orang. Tak terkecuali mantan bosnya sewaktu menjadi Dirjen di Kementerian Pendidikan.

Mantan Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menyebutkan, Syawal seorang yang teguh dalam prinsip. Tapi bukan sekedar teguh tanpa alasan. ” Dia mempunyai prinsip yang kuat tapi punya dasar alasan dan etika yang kuat. Ini terjadi ketika kami menemukan titik nadirnya persoalan K13. Pak Syawal mampu berpikir secara cepat dan cerdas dan dia mampu mempertahankan argumentasinya itu dalam logika yang riel. Orang seperti inilah yang dibutuhkan Unimed saat ini dan saya percaya ditangan Pak Syawal Gultom Unimed akan berkembang dengan pesat, kata Nuh bangga.

Sekarang kerja keras dan mimpi besar  Syawal Gultom akan dibuktikannya dengan akan membangun Fakultas Teknik yang menurut dia harus segera direnovasi. Melalui Islamic Development Bank (IDB) Syawal yakin Fakultas Teknik yang megah dapat segera dibangun. .Semoga! (evi)

 

 

Berita Terbaru