Ketua Kowani saat membuka Kowani Fair

Wanita Medan. .com- Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr.Ir.Giwo Rubianto,MPd,mengajak kaum perempuan,terutama para pebisnis,untuk mempersiapkan diri menyambut era industri 4.0. Hal itu disampaikanya saat membuka kegiatan Kowani Fair,Kamis(4/4/2019).

Dijelaskanya,Kowani Fair telah menjadi agenda tetap bagi Kowani, yang merupakan perwujudan dari komitmen, konsistensi dan tekat bulat Kowani untuk ikut serta dalam meningkatkan harkat perempuan melalui kegiatan perekonomian, guna pemantapan kesejahteraan keluarga pada khususnya dan kesejahteraan bangsa pada umumnya.

“Maka tema Kowani Fair tahun ini Dengan semangat Ibu Bangsa Kowani mempersiapkan Generasi Masyarakat Industri 4.0.
Sebuah tema yang sangat menantang sekaligus sarat akan mandat dan amanat serta kepercayaan.¬†Oleh karena itu Kowani berkomitmen bersama sama dengan segenap komponen bangsa dengan Pemerintah sebagai leading sector sekaligus motor/promotor dengan dilan(digital pelayanan) untuk terus membangun kesejahteraan bangsa melalui keluarga yang memiliki ketahanan keluarga yang sejahtera, menuju Indonesia makmur dan maju,”katanya.

Untuk itu,lanjut Giwo Rubianto, semangat Ibu Bangsa yang ikut andil dalam perjuangan perempuan Indonesia,maka Kowani secara bertahap, berlanjut dan berkesinambungan serta terus menerus akan mengemban tugas Ibu Bangsa yang sangat mulia sebagai warisan sekaligus kewajiban yang akan terus dilestarikan dan diwujudkan dengan melahirkan generasi milenial yang produktif, unggul, kreatif, inovatif, berdaya saing dan memiliki wawasan kebangsaan yang militan serta sangat siap menapaki era Industri 4.0 yang datang dengan berbagai tantangan dan sekaligus peluang.

Kata dia, secara prediksi Industri 4.0 akan membawa sebuah gelombang perubahan yang boleh dikatakan sangat ekstrem terutama dalam bidang ketenaga-kerjaan dan lapangan pekerjaan, karena akan memunculkan pilihan bahwa akan terjadi pengambil alihan pekerjaan manusia oleh alat Artificial Intelligence misalnya Robot dan lainya. Dan itu artinya semakin menggeser sehingga berkurangnya lapangan pekerjaan disektor tenaga kerja/kasar. Walau disisi lain akan menciptakan profesi baru dimasa depan yang sangat computer minded.

“Saya mengajak/menghimbau marilah kita semua, insan ekonomi bersatu-padu dan terus meningkatkan kreativitas dan inovasi serta terus menjaga mutu produksi kita serta mencari trobosan trobosan baru dalam bidang pemasaran serta mari kita jadikan produksi dalam negeri menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan menjadi tamu terhormat dinegara sahabat. Dan itu artinya kita harus bangga menggunakan produk bangsa sendiri, dengan demikian jumlah penduduk negara kita yang sangat besar adalah pasar potensial bagi semua produk dalam negeri kita,” paparnya.(wm01)

Loading...