Rektor Agussani menerima piagam akreditasi A dari Diretur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdi Totok Prasetyo .

Wanita Medan.com –  Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristekdikti Dr.Totok Prasetyo, B.Eng, MT mengatakan, mengelola perguruan tinggi sebenarnya sangat mudah Basicnya hanya tiga: pertama leadership yang kuat.” Alhamdulliah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mempunyai rektor yang memiliki leadership sangat kuat. Sehingga mampu memengaruhi semua orang untuk mengerjakan apa yang sudah digariskan, itu sudah sangat luar biasa, kata” Totok pada silaturrahim dan kuliah umum dengan tema “Penguatan Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0”, sekaligus syukuran atas capaian akreditasi A di kampus Jalan Muhtar Basri, Jumat (12/4/2019).

Dilanjutkannya, yang kedua komitmen yang sangat luar biasa dari semua civitas akademika. Ini juga sudah ditunjukkan UMSU dengan timnya. Ketiga sistem yang terintegrasi dengan baik. Dengan sistem terintegrasi membuat universitas bisa bersaing di era 4.0.

“Dengan sistem yang terintegrasi, sangat mudah bagi kita melihat kesiapan data dan pelayanan yang dimiliki perguruan tinggi.Contohnya, seorang mahasiswa memasukkan surat jam 08.00 pagi. Jam 10 pagi surat itu sudah diketahui dimana keberadaanya. Jadi tak perlu berlama-lama, pelayanan harus menjadi bagian akreditasi itu,” kata Totok.

Dia juga mengungkapkan masalah borang yang sekarang berganti nama menjadi instrumen. “Kalau dulu ada yang namanya borang, bohong dan ngarang. Hal yang paling kecil saja ketika PT sudah meraih akreditasi A, ketika hendak di evaluasi absennya, maka jawaban yang keluar hanya bohong dan ngarang saja. Sekarang sudah kita ganti dengan nama instrumen, agar tidak ada lagi bohong dan ngarang,” kata Totok seraya menambahkan itu juga bagian dari sistem yang terintegrasi tersebut.

Disebutkan, Kemenristekdikti hanya memiliki dana untuk 3800 perguruan tinggi yang terakreditasi BAN PT. Sementara sampai akhir Maret 2019 sudah 7800 PT mengajukan akreditasi ke BAN PT. “Sedangkan jumlah PT di Indonesia saat ini 4710, 3254 dibawah Kemenristekdikti, 1100 dibawah Kemenag. Artinya 25 % PT yang mengikuti akreditasi disumbang oleh Kemanag, namun sepeser dana pun tak disumbang oleh Kemenag. Mumpung disini ada Kopertais, mohon hal ini disampaikan ke ke Dirjen Kemenag,” kata Totok.

Hadir disitu, Kepala Layanan Lembaga Pendidikan Tinggi (LLDikti) Prof. Dr. Dian Armanto, Rektor UMSU Agussani MAP, seluruh Wakil Rektor, Sekretaris Kopertais Wil IX  Ansyari, Ketua MUI Medan, Prof. M. Hatta, ustadz Amiruddin dan calon anggota DPD Abdul Hakim Siagian M.Hum.

Kepala LLDikti Prof Dian Armanto mengatakan, semua sudah dialami UMSU, mulai dari susah sampai senang, hingga betullah slogan Cerdas, Unggul, dan Terpercaya. “Selamat, saya yakin dengan komitmen dan kerja keras UMSU pantas mendapat akreditasi A sehingga menjadi contoh bagi PT yang lain,” kata Dian.

Sementara Rektor UMSU Agussani menyebutkan, UMSU baru saja membayar Rp 33 milyar tanah di Sampali seluas 25 ha untuk kampus terpadu .”Syukur Alhamdulliah kami sudah membayarnya meski dengan cara mencicil. Untuk itu saya berharap pada perbankan dapat membantu kami dalam permodalan sehingga pembangunan fisik dapat segera dimulai,” kata Agussani.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasih pada Direktur Pembinaan Kemenristekdikti. Kemudian tim akreditasi UMSU, yang sudah bekerja keras siang malam juga kepada kepala  LLDikti Prof Dian. “Sehingga menjadi satu-satunya PTS diluar Pulau Jawa  yang meraih akreditas A,”,”tandas Agussani. (evi)

Loading...