by

Lulusan ITM Jangan jadi Pekerja Tapi Jadilah Pekarya

Wanita Medan.com – Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Dr Mahrizal Masri MT meminta kepada para lulusan untuk terus belajar meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Karena para lulusan akan bersaing dengan sesama pencari kerja.

” Untuk itu jadilah pekarya bukan sebagai pekerja. Apabila sebagai pekerja saudara sebagai buruh menunggu gaji/upah. Maka jadilah pekarya karena Anda akan lebih kreatif, inovatif dan inisiatif, perusahaan dapat berkembang lebih cepat,” kata Dr Mahrizal Masri di hadapan 550 lulusan pada wisuda sarjana 2016 di Selekta Convention Hall Jalan Listrik Medan, Sabtu (26/11).

Disebutkannya, dalam menyambut kebijakan pemerintah baik melalui Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi maupun BAN-PT pihaknya telah memenuhi berbagai aturan ditetapkan di antaranya Undang-undang Pendidikan Tinggi; Undang-undang Insyiur; Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT); Kerangka. Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) dan lain-lain.

“Dalam mengelola ITM kami mengakomodir hal-hal tersebut yaitu memperbaiki manajemen internal, membuat kurikulum KKNI, mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang akademik dan non akademik,” kata Mahrizal.

Menurutnya mahasiswa yang memperoleh kompetensi tinggi di bidang tertentu akan dikeluarkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI); membenah sistem penjaminan mutu internal untuk menghadapi penjaminan mutu eksternal yang akan dilakukan audit oleh lembaga akreditasi mandiri (LAM).

Dalam pengembangan sumber daya manusia, lanjutnya dosen ITM sudah berkualifikasi Doktor 10 orang dan 22 orang dalam proses studi lanjut Doktor, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Mahrizal Masri menambahkan, dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi ITM sedang melaksanakan bidang pendidikan dan pengajaran, mengarahkan pelaksanaaan metode pembelajaran berpusat pada dosen ke metode pembelajaran berpusat pada mahasiswa. “Untuk terlaksana pembelajaran yang lebih lancar dan. teratur dibentuk biro baru yaitu Biro Pusat Operasional Pembelajaran (POP),” ungkapnya.

Demikian juga bidang penelitian, ITM dapat memenangkan dana hibah-hibah penelitian dari berbagai skim penelitian Dikti yaitu hibah bersaing, hibah dosen pemula, hibah fundamental, hibah program kreativitas mahasiswa (PKM), total dana yang diraih 3 tahun terakhir lebih kurang 4,5 milyar.

Total untuk dana pengabdian pada masyarakat dari hibah-hibah Dikti berjumlah Rp 1,3 milyar. Sedangkan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat sekarang ITM juga mengangkat Desa Binaan di Kecamatan Sei Bengei dan Kecamatan Sei Wampu Kabupaten Langkat sebagai wujud nyata kontribusi Perguruan Tinggi kepada Masyarakat di pedesaan.
Berdasarkan kinerja penelitian data tahun 2012 sampai dengan 2015 ITM naik kelas (grade) dari kelompok Binaarn mejadi kelompok Madya. Cluster Madya-akan mengelola dana ristekdikti secara otonomi dengan kisaran nominal Rp 1,5 milyar s.d. Rp 2,5 milyar per tahun. “Dalam berbagai kegiatan mahasiswa, kita tclah mengirimkan mahasiswa teknik mesin mengikuti kompetisi mobil hemat energi di ITS Surabaya, UGM Jogyakarta, Pekan Ilmiah Nasional di IPB Bogor,” kata Mahrizal.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Medan Cemerlang SE mengatakan para lulusan ITM dibekali kompetensi-kompetensi dibidang teknik sesuai dengan rancangan pembelajaran masing-masing program Sstudi.
“Kompetensi yang dimiliki sebagai hardskills itu belurn berarti apa-apa jika skills kehidupan (Lifeskills) belum dibekali dengan softskills, seperti inisiatif, teknik komunikasi, kerjasama tim, kreatif, inovatif, adaptif dan lainnya,” kata Cermerlang. (WM.02)

Berita Terbaru