by

Masih Berminat SMKN, Silahkan Daftar

Wanita Medan.com -Penerimaan Peserta Didik Baru 2020 masih menyisakan permasalahan. Setelah banyaknya ditolak lantaran salah mengin put data atau KK yang tak terlihat jelas . Sekarang muncul masalah baru, sekolah kekurangan siswa.

Terutama Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) dari rilis yang diberikan Sekretaris PPDB Sumut Saut Aritonang tercatat 614 SMKN di Sumut kekurangan siswa 10 diantaranya SMKN yang ada di Medan.

Dengan kekosongan siswa tersebut, calon peserta didik (CPD) masih bisa mendaftarkan diri ke SMKN, sesuai dengan jurusan yang masih kosong, kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Medan Selatan Drs.Zuhri Bintang, Selasa (7/7-2020).

“Bagi calon siswa yang ingin masuk SMKN, bisa datang ke sekolah yang masih ada kuotanya dan mendaftarkan diri,”katanya.

Kepala SMKN 5 Medan, Drs.Edison MM, mengakui masih ada kuota untuk siswa di jurusan bangunan. “Ya, masih ada kuota untuk siswa di jurusan bangunan dan masih tunggu juknis penerimaan,”katanya.

Sedangkan di SMKN 7 Medan, seperti disampaikan Kepala SMKN 7, Dra.Asli Sembiring, Jurusan Usaha Perjalanan Wisata dan Akomodasi Perhotelan. “Ya, dua jurusan ini yang masih sisa kuotanya,”kata Asli Sembiring.

Masih minimnya peminat SMKN ini, Pengamat Pemerhati Pendidikan Sumut, Drs.H.Hasan Basri MM, menjelaskan, minim peminat ke SMK penyebabnya bermacam – macam.

Pertama, masih besarnya keinginan alumni SMP, melanjutkan ke pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) karena melihat peluang ke Perguruan Tinggi cukup besar sehingga SMA lebih diminati.

Kedua, masih belum tersosialisasi secara masif tentang berbagai program keahlian atau jurusan yang ada di SMK . Meski banyak jurusan yang ditawarkan.

Ketiga, belum tersambungkan secara kelembagaan dan sumberdaya siswa dan guru di sekolah dengan dunia usaha dan industri yang menjadi user tamatan

Keempat, jurusan yang ada sudah jenuh di pasar kerja atau jurusan yang dapat dikuasai anak didik secara otodidak tapi masih dibuka juga.

Kelima, kurang evaluasi secara kritis tentang jurusan yang dipersiapkan dengan lingkungan sumber siswa
Keenam, kurangnya guru guru produktif yang sepatutnya sebagai SDM pengelola siswa agar memiliki vokasional skill.(evi)

Berita Terbaru