Wanita Medan. com – Dua hari lalu  sungguh saya dibuat  terpaku, mendengar cerita ada seorang anak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) batal mengikuti Ujian Nasional 2020, lantaran keburu dipanggil Allah SWT .

Telisik punya telisik rupanya dia menderita diabetes. Saat ajal menjemputnya diabetes tercacat 300- an. Kok bisa ya? Bahkan sudah berkomplikasi ke lambungnya.Pertanyaannya tetap sama, kok bisa ya ? Padahal usianya baru 17 tahun. Ini jawabannya.

Banyak orang berpikir bahwa diabetes hanya bisa terjadi pada mereka yang sudah berusia lebih tua. Padahal, tidak demikian. Semakin meluasnya gaya hidup yang buruk, hal ini membuat diabetes jadi penyakit yang bisa menyerang mereka yang berusia lebih muda. Ini penyebabnya.

1. Disfungsi pankreas
Disfungsi pangkreas biasanya terjadi pada orang yang memiliki diabetes tipe 1. Kondisi ini terjadi saat pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang diperlukan untuk memecah makanan dan mengubahnya menjadi energi.

Nah, jika pankreas tidak bisa bisa menghasilkan insulin yang cukup atau justru tidak bisa sama sekali memproduksi insulin, ini akan meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan diabetes.

2. Keturunan
Diabetes bersifat turun-temurun. Ini bukan berarti kamu akan terkena diabetes apabila ayah atau ibumu mengidapnya. Namun, hal ini berarti bahwa kamu berpeluang lebih besar untuk terkena penyakit tersebut jika kamu memiliki orang tua, saudara kandung, atau kakek dan nenek yang mengalaminya.

3. Obesitas

Salah satu faktor utama lainnya yang dapat menyebabkan orang yang berusia muda rentan terkena diabetes adalah obesitas. Obesitas atau berat badan berlebih akan mencegah tubuh merespon insulin.

Selain itu, obesitas sentral alias kelebihan lemak di perut juga bukan hanya jadi faktor utama seorang yang berusia muda rentan mengalami diabetes, tetapi juga berbagai penyakit kardiovaskular lainnya. Itu sebabnya, jika kamu memiliki berat badan berlebih, ada baiknya kamu menurunkan berat badan secara bertahap sampai mencapai berat badan yang ideal.

4. Pola makan yang buruk
Anak muda rentan sekali mengonsumsi makanan tidak sehat seperti junk food setiap hari. Padahal pola makan yang buruk tidak hanya akan meningkatkan risiko terkena diabetes saja, namun masalah kesehatan lainnya seperti kenaikan berat badan, tekanan darah tinggi, dan bahkan penyakit jantung.

Itu sebabnya, penting bagi para semua orang, terutama selama masa pertumbuhan untuk lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi seimbang dari buah dan sayuran. Jangan lupa, hindari segala hal yang bisa memicu kamu mengonsumsi makanan manis. Bila perlu, gunakan pemanis non-gula dan rendah kalori dalam asupan makanan dan minuman manis yang kamu konsumsi sehari-hari.

5. Rokok dan alkohol
Kecanduan alkohol dan kebiasaan merokok juga bisa jadi faktor yang menyebabkan anak muda berisiko tinggi menderita diabetes. Kebiasaan yang tidak sehat ini bisa mengganggu aktivitas metabolisme tubuh dan mempengaruhi produksi insulin.

6. Stres berlebihan
Stres merupakan faktor penting yang dapat memicu diabetes. Tidak hanya bagi orang dewasa saja, stres kini juga banyak dirasakan para anak muda karena tugas di sekolah/kampus, tekanan teman sebaya dan masalah sosial.

Hal ini tidak jarang membuat banyak anak muda jadi ngidam makanan manis untuk sekedar meredakan stres dan memperbaiki suasana hati mereka. Padahal, tanpa mereka sadari konsumsi makanan manis di saat-saat seperti itu akan membuat mereka mengonsumsi makanan manis lebih banyak yang berdampak langsung pada risiko diabetes.

7. Kurang tidur
Remaja, khususnya anak muda sering terjaga hingga tengah malam (begadang) yang membuat mereka tidak bisa mendapatkan tidur yang cukup. Padahal, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan. Pasalnya, kurang tidur membuat ritme sirkandian terganggu sehingga memicu perubahan hormon tubuh, termasuk insulin yang mengatur gula darah. Nah, hal ini membuat kurang tidur akut bisa meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes.

8. Males gerak
Sebagian besar anak muda saat ini lebih banyak menghabiskan waktu bermain game dan menonton TV di depan layar, bukan olahraga luar ruangan. Padahal kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan perlambatan metabolisme dalam tubuh, sehingga mereka berisiko tinggi terkena diabetes di usia muda.

Nah, daripada seharian duduk di depan TV atau komputer, lebih baik gunakan waktu untuk melakukan aktivitas fisik yang memungkinkan aktif bergerak, misalnya jalan-jalan santai di sore hari, bersepeda, ikut senam aerobik, ataupun pergi ke gym bersama teman-teman.

Dengan beraktivitas fisik, ini akan membuat terhindar dari risiko obesitas, si faktor risiko utama diabetes. Selain itu aktivtas fisik juga akan membuat sel otot lebih sensitif terhadap insulin yang bertugas untuk membantu mengendalikan kadar gula dalam tubuh. Di samping itu, aktivitas fisik juga mampu menyeimbangkan kadar glukosa darah. ( wm/ evi)

Loading...