Wanita Medan.com – Katika Yang Maha Kuasa menganugerahkan alam yang indah kepada suatu kaum. Maka kaum itu wajib memeliharanya. Agar semakin indah dan dapat berbagi dengan manusia lainnya.

Namun lain halnya dengan Pemkab Tanah Karo terutama Kecamatan Doulu Berastagi. Memiliki wilayah indah dengan tingkat kunjungan wisatawan yang signifikan namun tak mampu memberi pelayanan terbaik kepada wisatawan.

Inilah yang dialami Wanita Medan.com saat berkunjung ke Pemandian Air Panas Lau Debuk- Debuk beberapa waktu yang lalu. Meski bukan yang pertama kali, tapi toh kekecewaan itu tetap ada.

 

Kekecewaan itu makin menjadi-jadi saat memasuki kawasan Doulo. Duh, kenapa jalannya tak diperbaiki juga. Kemana uang retribusi yang dikutip pada setiap wisatawan. Kenapa jalan ini tak diperbaiki? Kenapa tempat tak menunjukkan hal spesial. Mirip jalan kampung yang kumuh yang tak ada spesialnya.

Padahal di dalamnya terpampang keindahan, meski hasil kreasi tangan manusia menatanya. Namun kawasan bawah Gunung Sibayak ini tak ada duanya. Alamnya yang begitu memukau, pohon – pohon yang masih hijau ditambah angin semilir yang sejuk. Ternyata tak cukup membuka mata pejabat setempat untuk menatanya secara apik.

Yang terpikir di kepala ini. Duh, andai saja kepala daerah ini Ridwan Kamil, atau Tri Risma Harini habis daerah ini dibuat dua pejabat hebat itu. Ridwan Kamil dengan ilmunya pasti mengelola tempat itu menjadi sangat cantik. Gak kebayangkan. Tapi kepala daerah situ bukan Ridwan Kamil  ya jadi gitulah. Nikmati sajalah foto -foto ini dengan alam yang cantik ini. (evi)

Loading...