Wanita Medan. com- Setiap umat Islam pasti berniat ke Tanah Suci. Namun untuk kesana butuh kesiapan mental dan fisik. Untuk itu dibutuhkan tiga yang utama niat, sehat fisik dan mental dan terakhir dukungan dana.

Meski demikian Dosen Fakultas Hukum Abdul Hakim Siagian ini menilai perjalanan ibadah haji merupakan perjalanan spritual yang misterinya hanya Allah yang tahu.” Seperti apa pun keinginan dan niat kita, kalau Allah belum ” mengundang” tak akan terlaksana,” kata Hakim.

Hakim Siagian menilai, perjalanan haji juga erat kaitanny dengan Qurban. Sehingga pelaksanaan haji identik dengan Idul Qurban. “Bayangkan saja kalau sekian juta orang di Mekkah yang tengah melaksanakan haji berkurban. Berapa banyak orang miskin terpenuhi gizinya. Begitu juga dengan di Indonesia, Berapa banyak orang miskin terpenuhi gizinya. Filosofi dengan berqurban banyak orang yang terbantu. Jika, kita menelaah maknanya dengan membantu maka banyak orang terselamatkan, ” kata Hakim.

Pelaksanaan ibadah haji diharapkan juga bukan sekedar ceremoni. Ada penghayatan yang lebih khusus yakni meningkatkan derajat taqwa. Sehingga dalam prakteknya kesenjangan semakin tipis, dengan pengorbanan, kebaran dan keikhlasan tentunya. (evi)

 

Loading...