by

Pengumuman PPDB SMA/SMK Penuh Tanya, Domisili Kok Sangat Dekat Ada Apa?

Wanita Medan. com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 dapat disebut PPDB paling “riweh” sepanjang penerimaan siswa baru secara online diselenggarakan. Mengapa disebut paling riweh sebab semua yang terjadi “aneh” dan penuh kejanggalan.

Sekretaris PPDB Sumut Saut Aritonang menyebutkan pafa tahap I dari total siswa SMA/SMK yang mendaftar sebanyak 145 .231 yang dinyatakan lulus 55.103 orang. Angka ini berubah karena ada penyumbang baru cari calon peserta didik (CPD) jalur afirmasi sebanyak 5.150 orang siswa. Jadi total keseluruhan 60.253 orang.

Selanjutnya pada 11- 18 Juni 2020 yang daftar ulang sebanyak 58.392 siswa.Dengan perincian tak mendaftar ulang atau ditolak sebanyak 1.861 siswa.Jadi siswa yang diterima pada tahap I kemarin berjumlah 58.392 orang siswa (38,7%).

Nah pada tahap II jalur zonasi kuota sebanyak 150 643 – 58.392 atau sama dengan 92.251 siswa. Sedangkan pendaftarnya sebanyak 149 552 siswa. Setelah diumumkan Senin (29/6-2020) kemarin yang lulus 67.301 orang siswa, dengan perincian CPD SMAN 58.836 dan SMKN 8 465 siswa.

Saut menambahkan dengan selesainya tahap II tersebut kuota Sumatera Utara masih kurang di SMAN sebanyak 209 sekolah lagi atau 10.342 siswa lagi dan SMKN sebanyak 613 kompetensi keahlian sebanyak 11.703 siswa. Total pendaftar tahap I + II = 145.231 + 149 783 = 294 783 calon peserta didik.

Mendadak Dekat

Nah ini dia keanehan itu.Setelah diumumkan kemarin muncul lagi masalah yang lebih pelik dan diluar jangkauan nalar. Muncul pertanyaan kok bisa? Begini masalahnya pada tahap II untuk SMA berlaku jalur zonasi.

Nah ketika diumumkan kelulusan kok bisa siswa SMA 1 M.Aldo Fatin Fatahila skor zonasinya 40 .Yang jadi pertanyaan skor itu dari mana? Apakah rumahnya 40 meter dari SMA 1 ? Jika memang demikian apakah rumahnya di Lontong Kak Lin itu ( depan SMA 1).

Kemudian muncul  pertanyaan lagi siswa bernama Handoko dan Bagus Rizqi Susilo punya nilai skor yang sama 94 .Apakah mereka kembar sehingga berada di rumah yang sama? Jika tidak mengapa bisa demikian?

Selanjutnya siswa Christine Simamora dan Awliya Najwa berselisih hanya 1 angka 96- 97 Apakah mereka bertetangga, jika bertetangga mengapa jaraknya hanya 1 meter kayak kuburan? Pertanyaan – pertanyaan i inilah yang Alhamdullilah belum terjawab karena Saut Aritonang seharian kemarin tak ada di tempat. Sempat muncul sebentar lantas pergi lagi.

Setelah melihat banyaknya orang yang mempertanyakan hal tersebut ke Dinas Pendidikan Sumut. Seperti ibu Manik, cucunya tak lulus di SMA 11 Medan tapi mengapa anak pinggir rel yang menurut dia jauh lulus.

Sambil berurai air mata Br Manik menceritakan hal tersebut pada satpam. Apalah daya satpam cuma menjaga keamanan di lingkungan Disdik. Br Manik ternyata tak sendiri ada belasan orang lagi menanyakan hal yang sama.

Sayang ketua PPDB Disdik Alfian Hutauruk tak mengerti sedangkan Sekretaris Saut Aritonang tak berada di tempat, mungkin dia sudah memperkirakan akan banyak orang yang datang. Apa jawaban atas pertanyaan mendadak semua menjadi dekat itu akan terjawab besok. ( evi)

Berita Terbaru