by

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Civitas Unpab Cuci 3 Sungai dengan Ekoenzim

Wanita Medan.com – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Civitas akademika Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan aksi dengan mencuci sungai menggunakan cairan ekoenzim (eco-enzyme), Jumat (5/6 – 2020) pagi.

Aksi dimulai dengan upacara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Lapangan Mahabento Kampus Tamadun Mandiri Unpab, Jalan Gatot Subroto Medan, dipimpin Rektor Unpab diwakili Rektor III Hasrul Azwar Hasibuan SE MM.

Hadir, Ketua Kadin Sumut diwakili Juliadi Ikhsan, perwakilan Yayasan Budaya Hijau Indonesia, relawan Ekoenzim Indonesia, dan Babinsa Koramil Medan Sunggal serta lurah setempat. Juga hadir Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Fastek) Unpab Hamdani ST MT, Dekan Fakultas Sosial Sains (Fasosa) Dr Suryanita SH MH, dan Himpunan Mahasiswa Agroteknologi Fastek Unpab.

Ini tiga sungai yang dicuci, Sungai (Sei) Sikambing, Sungai Belawan dan Sungai Simpang Barat Medan. Dalam aksi itu, civitas akademika Unpab bersama Kadin Sumut, Yayasan Budaya Hijau Indonesia (YBHI) dan relawan Ekoenzim Indonesia membersihkan ketiga sungai dengan total 1.300 cairan ekoenzim.

“Cairan yang kita gunakan membersihkan ketiga sungai tersebut adalah hasil permentasi sampah rumah tangga seperti limbah buah dan sayuran menjadi gas O3 dan hasil akhirnya adalah cairan pembersih serta pupuk yang ramah lingkungan yang disebut ekoenzim,” jelas Rektor III Unpab Hasrul Azwar Hasibuan.

Dia mengatakan, aksi cuci sungai dengan ekoenzim dalam momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini merupakan pelaksanaan salah satu misi Unpab dalam pelestarian lingkungan hidup. Untuk itu, Unpab bersama Kadin Sumut dan Yayasan Budaya Hijau Indonesia.

Sementara itu, Ketua Kadin Sumut diwakili Juliadi Ikhsan mengatakan, Kadin Sumut bekerjasama dengan YBHI telah membentuk Kampung Kadin. Di Kampung Kadin inilah dipusatkan pembuatan ekoenzim, arang sehat dan penataan lingkungan hidup.

Dijelaskannya, pengolahan ekoenzim ini mengurangi volume sampah yang berton-ton setiap harinya di Kota Medan. “Jadi selain mengurangi volume sampah di Kota Medan, pembuatan ekoenzim ini juga bisa menjadi tambahan pendapatan secara ekonomi bagi keluarga. Sekarang ada 25 Kampung Kadin yang jadi binaan Kadin Sumut, termasuk Unpab yang punya komitmen tinggi. Kita harapkan, ekoenzim ini bisa jadi gerakan budaya di Medan dan Sumut,” katanya.

“Sangat banyak manfaat ekoenzim ini. Saya sudah lakukan tes, gatal akibat gigitan nyamuk, lalu saya teteskan ekoenzime langsung sembuh. Dulu saya pakai minyak tawon, rupanya lebih hebat ekoenzim,” pungkasnya.( evi)

 

Berita Terbaru