by

Perpustakaan dan Arsip Provsu Adakan Lomba Bercerita Bagi Anak SD/MI

Wanita Medan. com – Tak semua orang bisa bercerita, kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu Ir. Halen Purba dihadapan peserta Lomba Bercerita tingkat SD/ MI kemarin.

Tapi benar lho, apalagi kalau bercerita tentang timun mas dan raksasa lengkap dengan logat dan gayanya. Pasti sulit, apalagi dilakukan secara virtual tapi banyak juga lo yang bisa. Buktinya banyak peserta yang ikut. Ada 7 kabupaten kota yang ikut seperti Tapsel, Sibolga, Dairi,Batubara,Medan Deli Serdang dan Pematang Siantar.

Jurinya Indriani S.Pd seorang penulis dan pendongeng, Sulaiman Sambas penulis dan Mihar Harahap juga seorang penulis.

Halen Purba menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 ini, sangat perlu memotivasi minat baca para pelajar di Sumatera Utara dengan menggelar lomba. Meski pelaksanaan sangat terbatas, bahkan harus virtual, tetapi yang sangat penting bagaimana mendorong peserta semakin paham bahwa, membaca sangat penting, dalam rangka membangun pola pikir yang cerdas.

Membaca, sambung dia, sangat perlu ditanamkan sejak usia dini, dengan berlatih dan berkelanjutan. Maka, peran guru dan orang tua dan lingkungan maupun komunitas sangat perlu agar terjalin sinergi yang menjadikan anak lebih semangat dalam membaca. Hingga nantinya, dengan gemar membaca, akan tumbuh generasi yang komunikatif, energik.

“Saya ucapkan selamat berlomba, tetap semangat dalam suasana lomba yang virtual, semoga pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga lomba bercerita bisa dilaksakan secara manual,”katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Lomba Bercerita, Indra Hadi Kesuma,menyebutkan, kegiatan bertujuan menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca anak-anak serta kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan dan buku dalam membangun karakter, kecerdasan, dan inovasi masyarakat. Mengangkat dan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah (lokal) yang mengandung nilai-nilai kepahlawanan serta membangun karakter bangsa (baik buku bernuansa cerita kepahlawanan maupun legenda) serta menumbuhkembangkan anak-anak terhadap karya budaya dan kecintaan karya anak bangsa.

Lomba agak berjalan lambat karena terganggu jaringan dan sinyal yang terganggu, tapi berkat kesabaran teknisi dan peserta lomba akhirnya lomba dapat berjalan lancar. (evi)

Berita Terbaru