Ustad Daewansyah Simanjutak menyampaikan ceramahnya

Medan, –  Ada yang berbeda saat Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kampung La Tahzan mengadakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1441 H di Taman Pengajian Iqro & Al Quran Al Mukmin, Sabtu (6/4/2019) malam.

Peringatan Isra Mi’raj Kampung La Tahzan berbeda karena tampilnya qasidah kakek-kakek. Biasanya qasidah diisi oleh ibu-ibu dan remaja putri. Nah, kali ini yang tampil untuk menghibur hadirin, qasidah kakek – kakek.

Qasidah ini diberi nama Qasidah La Tahzan Mekar Senja. Menurut ketuanya sekaligus Ketua PHBI Mugiran, nama itu sengaja diambil melihat personilnya sendiri yang rata- rata sudah tua alias “senja” .

“Usia boleh senja tapi semangat harus tetap muda. Hikmah itu yang ingin kita sampaikan ke generasi muda ini. Qasidah tak memandang usia dan jenis kelamin siapapun biasa memainkan asal ada niat dan kemauan. Bagi kami yang sudah tua ini, hanya sekedar menghibur diri saja. Syukur-syukur yang hadir juga terhibur,” kata Mugiran.

Qasidah La Tahzan Mekar Senja ini memang baru saja terbentuk. Mungkin karena hendak memperingati Isra Mi’raj makanya terbentuk. Tapi hasilnya lumayan, hadirin yang datang yang terdiri dari anak-anak, remaja putra/putri serta orangtua nampak terhibur. Bahkan “ketagihan”. Teriakan tamboh menambah meriah suasana. Akhirnya ditambah satu lagu lagi berjudul “Perdamaian” sebelumnya mereka menyanyikan Shalawat Badar.

Menarik pada Qasidah Mekar Senja, saat tarikan pertama yang diawali alat musik tamborin dimainkan seorang kakek, yang sudah nampak sepuh, rambut di kepalanya pun sudah putih semua.

Anggota Qasidah Mekar Senja

Tapi semangat mereka tak kalah dengan yang muda- muda, apa lagi diperkuat bunyi gendang yang memang ciri khas musik qasidah. Harmoninya begitu terjaga, dua alat musik gendang ini dipukul dengan pukulan yang manis. Kedua suara gendang ini  nampak mendominasi dan indah. Seperti yang dilakukan pemukul gendang Zulkarnaen, nampak sedap sekali gaya dan suara pukulan gendangnya. Benar- benar permainan gendang yang harmoni dan indah. Pantas saja, undangan yang hadir nampak puas dan terhibur hingga minta ditambah lagi.

Acara berlanjut lagi dengan sambutan Wakil Kepala Desa Marindal 2 Surya Wijaya. Surya Wijaya yang juga Ketua Satgas Anti Narkoba Desa Marindal 2 Kec. Patumbak mengharapkan kerjasama dari warga Kampung La Tahzan memberantas peredaran narkoba di kampung itu.

“Saya mengimbau warga tanggap dan perduli dengan setiap gerak- gerik peredaran narkoba. Jika melihat hal seperti itu silahkan menghubungi saya,” kata Surya seraya menyebutkan no handphonenya.

Sementara penceramah ustadz Drs. H. Darwansyah Simanjuntak dalam ceramah Isra Mi’rajnya menyebutkan hakekat dari Isra Mi’raj itu adalah ulang tahun shalat. “Karena perjalanan Isra Mi’raj itu sendiri adalah perjalanan menjemput shalat,” kata ustadz.

Oleh karena itu dalam perjalanannya, banyak hikmah yang dapat diambil, pertama bermunajat. “Artinya perjalanan Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW terjadi disaat beliau mengalami fase yang menyedihkan dalam hidupnya. Yakni ditinggalkan orang-orang yang dicintainya. Kedua silaturrahmi, pertemuan dengan para nabi sebelumnya, ketiga menghibur diri, termasuk yang dilakukan qasidah Mekar Senja dan keempat mengingat dari semua perjalanan hidup yang telah dilakukan,” ujar ustadz Simanjuntak.

Diakhir acara panitia masih menyuguhkan hiburan qasidah dan pemberian hadiah kepada anak-anak yang ikut lomba. Berbagai macam lomba diadakan panitia diantaranya lomba membaca ayat-ayat pendek. Lomba dilaksanakan beberapa hari sebelum pelaksanaan Isra Mi’raj. (mom’s aldi)

Loading...