by

Prof. Syawal Gultom : PPG 2020 Jadi Harapan Baru Ubah Cara Berpikir Generasi Masa Depan Indonesia

Wanita Medan.com – Ketua Senat Universitas Negeri Medan sekaligus Tokoh Pendidikan Sumatera Utara Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd mengatakan, model Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan mestinya harus integrated mulai dari S1, namun sesuai amanat undang-undang 14, apakah itu S1 Dik dan Nondik dapat mengikuti PPG Prabatan.

Penegasan itu disampaikan Prof Syawal pada kegiatan Penyegaran dan Asesmen Calon Dosen dan Guru Pamong PPG Prajabatan Bidang Studi PPG, yang dilaksanakan 11-15 Mei 2020 via Video Conference (Vicon) dan MLS.

Kegiatan Penyegaran dan Asesmen Calon Dosen dan Guru Pamong PPG Prajabatan 2020 secara Vicon ini dibuka oleh Dirjen GTK Kemdikbud Dr. Iwan Syahril, Ph.D,

Dilanjutkan Prof Syawal, sebenarnya PPG prajabatan ini dirancang secara blended, tapi karena kondisi saat ini, maka menjadi Daring, intinya pada pendalaman materi, jadi sangat penting sekali dalam pendalaman materi. ‘Ada hal penting yang harus kita lakukan, yakni terkait revitalisasi LPTK, menata regulasi dan mengubah pendekatan dari PPG ini.

Yang paling penting di awal kegiatan ini adalah terkait kesadaran dari sikap dan persepsi positif dulu terhadap PPG ini, selanjutnya kita akan tuju sebuah produktivitas, ada habit yang produktif, bagaimana menggunakan pengetahuan yang bermakna, sehingga lahir kemampuan yang produktif tadi.

PPG yang akan kita laksanakan nanti sungguh akan membawa nasib 25 juta anak SD di Indonesia, 86 % nya ada di SDN, bayangkan jika kita berhasil dalam program ini, maka 25 juta anak ini lah yang akan membawa negeri ini membawa kemajuan di masa yang akan datang,” tegas Prof Syawal.

Lanjut Prof. Syawal, kompetensi yang penting harus ditanamkan dalam diri siswa SD adalah pengetahuan yang faktual dan konseptual, sikap kejujuran, disiplin, perduli dengan teman, dan ramah, semuanya sebenarnya sudah ada dalam kurikulum. “Skill yang kita harapkan adalah mulai dari keterampilan berpikir, yang terpenting bisa menanamkan nalar, cara berpikir yang positif. Modal penting itulah bagi suatu bangsa untuk maju yaitu mengubah cara berpikir generasinya. Kalau bisa kita ubah dengan baik cara berpikir 25 juta anak SD ini nantinya, saya pikir akan membawa perubahan yang luar biasa bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Apa yang harus dimiliki oleh siswa, semuanya harus dimiliki guru, plus ditambah dengan kompetensi tambahan yang melebihi dari kompetensi siswa. Tapi jangan sampai kompetensi yang dimiliki siswa ini tidak dimiliki guru, makanya kadang-kadang ada saatnya guru menjadi siswa dan siswa menjadi guru.

Selanjutnya seluruh peserta PPG ini harus kita angkat pengetahuan dan skillnya, Dosen dan Guru pamong dalam PPG kita ini nantinya harus memiliki pengetahuan dan skill sesuai yang diharapkan dan lebih dari yang dimiliki peserta PPG, sehingga proses PPG ini nanti akan menghasilkan kompetensi dan skill guru SD sesuai harapan dan dapat menyahuti harapan pak Dirjen GTK tadi yakni peningkatan kualitas belajar siswa SD.

Semoga kegiatan penyegaran dan asesmen calon dosen dan guru pamong kita ini akan membawa kemajuan sesuai harapan pemerintah dalam mengembangkan SDM untuk kemajuan Indonesia yang lebih baik lagi, pungkas Prof. Syawal. ( evi)

Berita Terbaru