Wanita Medan.com –  Peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli Tahun 2019 diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan yang diikuti oleh Forum Anak seluruh Indonesia, pendamping, fasilitator, dan panitia kegiatan Hari Anak Nasional.

Hari Anak Nasional dengan tema yang diangkat pada HAN Tahun 2019 yaitu “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak”. Tema ini diambil dari tagline “Kita Anak Indonesia Kita Gembira”. Adapun tujuan Hari Anak Nasional yaitu untuk memunculkan kepedulian semua pihak untuk mewujudkan lingkungan yang berkualitas bagi anak dan arti penting peningkatan kualitas anak melalui pola pengasuhan yang berkualitas.

Provinsi Sumatera Utara, dalam hal ini juga ikut ambil bagian mengirimkan utusan Forum Anak Daerah Sumatera Utara, mewakili Forum Anak Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Selain Forum Anak Nasional, rangkaian acara lainnya adalah Puncak Peringatan Hari Anak Nasional dan Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak. Provinsi Sumatera Utara meraih penghargaan sebagai Provinsi Penggerak Kabupaten/Kota Layak Anak karena dinilai berhasil menggerakkan Kabupaten/Kota dari Tahun 2015, kabupaten yang mendapat anugerah KLA sebanyak 2 kabupaten, Tahun 2018 sebanyak 5 Kabupaten/Kota dan Tahun 2019, dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara, 14 Kabupaten/Kota mendapatkan penghargaan/penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak, yaitu Deli Serdang mendapatkan anugerah kategori Madya, sedangkan  13 kabupaten/kota lainnya mendapat anugerah Pratama, Labuhanbatu, Medan, Dairi, Serdang Bedagai, Langkat, Tebing Tinggi dan Karo, dan 6 Kabupaten/Kota mendapatkan Pratama Pemula yaitu Sibolga, Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tanjungbalai dan Labuhanbatu Utara.

Mulai tahun ini pemerintah juga mendorong perwujudan Provinsi Layak Anak (PROVILA) untuk mempercepat pencapaian Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.  Untuk mewujudkan PROVILA diperlukan sinergitas dan kerja keras baik di kabupaten/kota maupun lintas kabupaten/kota dalam setiap provinsi.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise memberikan apresiasi besar atas kerja keras pemerintah daerah bekerjasama dengan stakeholder lainnya serta melibatkan masyarakat, media dan dunia usaha untuk mewujudkan upaya pemenuhan dan perlindungan hak anak. Menteri Yohana mengingatkan bahwa isu anak menjadi hal penting karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,  urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak merupakan urusan wajib non pelayanan dasar.

“Pemerintah daerah tidak perlu takut melaksanakan komitmen melalui berbagai kebijakan, program, kegiatan dan anggaran untuk urusan perempuan dan anak karena  anak merupakan investasi ke depan, sesuai dengan komitmen PBB melalui SDGs bahwa anak-anak akan menjadi generasi penerus masa depan bangsa,”ujar Menteri Yohana.

Sementara itu Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny Rosalin menyebutkan tahun ini terdapat 432 kabupaten/kota yang mengikuti proses penilaian dan hanya 247 kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan KLA pada empat kategori yaitu Pratama, Madya, Nindya dan Utama. “Angka ini meningkat cukup signifikan yaitu sebesar 40%  dari jumlah sebelumnya yaitu 177 kabupaten/kota.

Hal ini membuktikan semakin banyak pemerintah daerah yang berkomitmen mewujudkan upaya perlindungan anak. Selain penghargaan empat kategori tersebut juga terdapat penghargaan untuk kategori Penguatan partisipasi anak, Pemenuhan hak pengasuhan anak melalui PUSPAGA, Penciptaan Ruang Bermain Ramah Anak, Perwujudan pelayanan ramah anak di fasilitas kesehatan khususnya di Puskesmas dan Perwujudan Sekolah Ramah Anak di semua jenjang,”ujar Lenny.

Penghargaan KLA ini merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah pusat untuk daerah dan sekaligus mendorong pemerintah daerah memotivasi keluarga, masyarakat, media dan dunia usaha agar semakin paham terhadap upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, yang harus dipikul  bersama. Bersamaan dengan pencapaian ini Menteri Yohana juga mengingatkan agar tidak lupa melibatkan anak dalam pembangunan dan menjadikan anak sebagai subyek, bukan obyek.(evi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Loading...