Wanita Medan.com – Cuaca panas enaknya makan apa ya? Kalau  kamu kebayang seporsi buah yang segar . Pas ! Segeralah kamu ke Rujak Danil yang terletak di Jalan Rajawali no 23 C Sei Sekambing Medan.

Mengapa disebut Rujak Danil?  Itu bukan nama pemiliknya . Pemiliknya bernama Junaidi dan Danil itu anak Junaidi yang sekarang duduk di bangku SMA.Nah, jelaskan. Sekarang kita nikmati sedapnya Rujak Danil.

Ketika Wanita Medan menyambangi Rujak Danil beberapa waktu lalu. Kami langsung disuguhi seporsi buah – buahan yang segar. Disitu ada semangka, mangga, sawo, jambu biji, jambu air, pepaya dan bengkoang .Hmmm….segarnya. Kalau sudah bercampur begitu, harganya pasti mahal ya. Uuppss… Tunggu dulu. Di Rujak Danil seporsi rujak segar itu dihargai Rp 35.000 seporsinya.

Wajar seporsi itu dihargai Rp 35 ribu karena seporsinya demikian banyak. Cukup untuk 4 orang. Jika berdua saja menikmati rujak seporsi besar itu rasanya pikir- pikir dulu. Kenyang…bu….

Nikmat sekali apalagi dicocol dengan bumbunya. Nikmat rasa gula arennya sangat terasa, tapi sebentar kemudian baru terasa pedasnya cabe rawit.

“Inilah khasnya rujak teng – teng,” kata Junaidi.

“Kalau rujak teng – teng cabenya dicocol, kalau rujak ulek cabenya disatukan semua dengan buahnya. Seperti rujak kolam,” jelas Junaidi yang sudah berjualan rujak hampir 30 tahun ini.

Dengan pengalamannya berjualan rujak, Junaidi paham bagaimana memanjakan selera pelanggannya. Itu sebabnya, selain rujak Junaidi melengkapinya dengan jus dan es campur. Jadi pas mantapnya, pedas rujak agak terobati dengan segarnya jus dan es campur.

Selain piawai dengan bumbunya, Junaidi juga tak kesulitan untuk mendapatkan buah segar yang diinginkan. Jika dulu, harus keliling pasar mencari buah yang segar, namun sekarang tidak lagi. Junaidi punya asisten yang khusus menangani urusan buah.

“Cukup dia pergi ke pajak Sei Sekambing, pulangnya sudah sebecak buah dibawanya.Kita tinggal bayar saja,” ujar Junaidi.

Nah, ini dengan jus buah yang segar….

Sebelum berjualan di Rajawali, dulunya Junaidi berjualan di simpang Jalan Sailendra dekat Dharma Agung. Dirasa sudah tak berapa laku, Junaidi pindah ke Jalan Rajawali. Alhamdullilah, sejak pindah ke situ 11 tahun lalu, omset meningkat lagi. Jika cuaca panas, Junaidi mampu meraup keuntungan Rp 5. Juta per hari, sebaliknya jika hujan omset juga menurun.

Pelanggan Junaidi juga semakin ramai terutama pegawai yang berkantor di Jalan Gatot Subroto. “Rata- rata mereka makan siang di sini,” ujar Junaidi.

Oh ya, selain rujak Junaidi juga menyediakan sop dan soto. Kalau kedua masakan ini hasil olahan istrinya Ratna Dewi perempuan asal Sigli Aceh yang dinikahinya 15 tahun yang lalu dan sudah memberikannya sepasang anak yang kini duduk dibangku SMA dan SMP.

Untuk satu porsi soto lengkap dengan nasi putih dihargai Rp 20 ribu sedangkan sop dihargai Rp 28 ribu rupiah. Seharinya Junaidi menghabiskan 10 kg daging ayam, bersama 4 pekerjanya soto dan sop yang lezat sudah dapat dinikmati, mulai jam 10 pagi sampai 18.00 sore. Ayo tunggu apalagi, mumpung cuaca panas seporsi rujak dan jus buah, cukuplah. (evi)

 

Loading...