Wanita Medan.com –   Sembilan mahasiswa Thailand dan Kamboja kembali berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) .

Sebagai tanda perkenalan UMSU mengadakan Temu Ramah serta Pembekalan Mahasiswa International Thailand dan Kamboja tersebut  di ruang Mikro Teaching Fakultas Agama Islam UMSU.

Sembilan mahasiswa itu terdiri dari 6 mahasiswa Thailand dan 3 mahasiswa Kamboja yang sudah diketahui oleh negara masing-masing untuk mengikuti pembekalan studi selama maksimal 4 tahun.

Sembilan mahasiswa asal Thailand dan Kamboja itu mendapat beasiswa dari UMSU dan Ma’had Abu Ubaidah.

Wakil Rektor I UMSU,  Dr.  Muhammad Arifin,  SH,  M. Hum menyampaikan, UMSU  menyambut baik dan bersyukur bisa menjadikan lembaga ini sebagai institusi yang bisa menampung mahasiswa dari negara lain.  UMSU juga mengucapkan selamat datang di Indonesia khususnya Kota Medan kepada mahasiswa dari Thailand dan Kamboja.

“Tentunya ini tidak bisa lepas dari UMSU sebagai institusi yg melandasi dasar keislaman. saya yakin,  kenapa UMSU, karena Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar, mungkin ini sudah menjadi rujukan bagi negara-negara yang mayoritas muslim agar mereka bisa mengenal Islam yang sejatinya.” katanya.

Ia juga berharap semoga mahasiswa dari Kamboja dan Thailand ini setelah tamat dan kembali  dapat memberikan penerangan atau penjelasan serta berbakti kepada negaranya yang berbasis islam, sehingga negara yang mereka tempati bisa memahami Islam secara utuh.

Sementara itu Dekan Fakultas FAI UMSU Dr. Muhammad Qorib menegaskan kehadiran 9 mahasiswa FAI dari Thailand dan Kamboja merupakan “jihad” Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwah Islam di kawasan Asia Tenggara.

Hal itu diakui Math Alpy, Ketua Pemuda Muslim Kamboja yang berharap tiga mahasiswa Kamboja itu nantinya akan menjadi dai yang handal. Kata Math Alphy, kini banyak mahasiswa Kamboja yang belajar diberbagai kampus di Indonesia.

Seorang mahasiswa asal Songklah Thailand bernama Diana bertekad akan menyelesaikan program S1 di UMSU kemudian ia akan melanjutkan studi program S2 di Qatar. (evi)

Loading...