by

Siapa Bilang Guru tak ” Tersiksa” dengan Sistem Daring Ini?

Wanita Medan.com – Siapa bilang guru tak tersiksa dengan sistem daring ini.

” Macam berada di negeri antah berantah kita. Murid dimana dan seperti apa kita tak tahu persis. Betul – betul bagai di dunia maya,” kata Kepsek SMK 7 Asli Sembiring di sekolahnya yang asri dan bersih, Kamis (15/10 – 2020) kemarin.

Syukurnya, kata Bu Asli, guru atau sekolah tak dituntut untuk penuntasan kurikulum.” Kita menyesuaikan dengan kondisi pembelajaran selama pandemi ini saja,” kata Asli.

Bagi siswa SMK kelas 2 dan 3   sistem belajar di masa pandemi covid 19 ini tinggal penyesuaian saja.

Bagi siswa kelas 2 yang tengah mengikuti Praktek Kerja Lapangan ( PKL) tidak harus praktek di instansi lain, cukup dari sekolah saja.

Misalnya jurusan perhotelan, cukup di sekolah saja karena sekolah itu punya hotel sendiri. Hotel bertaraf bintang 3 diyakini mampu mengajarkan siswanya sama dengan hotel sejenis lainnya.

Sedangkan perkantoran dan administrasi, sekolah dirasa cukup sebagai tempat praktek ditengah pandemi ini.

Meski demikian masih ada juga siswa yang datang langsung ke sekolah dengan alasan tak ada handphone.

” Jumlah mereka tak banyak hanya 68 orang saja. Mereka belajar di laboratorium . Ada 6 laboratorium di SMK 7. Satu lab mampu menampung 10 – 12 ,” kepala sekolah bertubuh ramping ini.

Lantas bagaimana dengan penilaian selama belajar daring ini. ” Itulah kejelian seorang guru,” ujar Boru Sembiring ini.

Guru, katanya tau mana murid yang mengerjakan tugasnya dengan baik dan tertib meski tak saling tahu apalagi kenal .Itulah penting evaluasi akhir untuk menentukan penilaian  meski perengkingan tak ada lagi. ( evi)

Berita Terbaru