by

SMA 13 Medan Studi Banding ke SMA 1 Matauli Sibolga,Istimewanya Sekolah ini tak Ada Zonasi

Wanita Medan.com – Belajar tujuannya pasti untuk menambah ilmu pengetahuan. Belajar pun tak selalu harus dengan buku, tapi belajar atas kesuksesan orang lain itu juga tak kalah bagusnya. Agar apa yang dilakukan orang itu bisa kita terapkan dalam kehidupan kita.

Sepertinya, ini pula yang dilakukan SMA Negeri 13 Medan saat melakukan studi banding ke SMAN 1 Plus Matauli Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 19 sampai 21 Desember 2021 lalu.

Kepsek SMA 13 Medan dan SMA 1 Plus Matauli saling bertukar cendramata

Rombongan berjumlah 40 orang guru dipimpin langsung Kepala SMAN 13 Medan Mukhlis SPd disambut langsung Kepala SMAN 1 Plus Matauli Pandan Deden dalam suasana penuh kekeluargaan dan keakraban.

“Kegiatan ini sangat positif karena SMAN 13 Medan mendapatkan masukan dapat mengetahui langsung proses pembelajaran dan kurikulum di sekolah unggulan di Sumatera Utara.

Karena banyak lulusannya yang diterima di perguruan tinggi negeri dan sekolah kedinasan seperti Akpol, Akmil dan lainnya,” kata Kepala SMAN 13 Mukhlis pada wartawan di sekolahnya, Rabu  (29/12-2021).

Kata dia, sebenarnya rencana studi banding itu dilaksanakan di 2020 namun karena pandemi Covid-19 maka baru terlaksana di tahun 2021 ini.

Ditanya apa keistimewaan SMA Plus Matauli tersebut, Mukhlis mengatakan, terletak pada saat perekrutan siswa baru

” Sekolah itu menjaring siswa berprestasi tidak saja dari Sumut tapi juga dari seluruh Indonesia. Berbeda dengan kita  ( SMA 13- red) melalui jalur zonasi. Otomatis anak yang bertempat tinggal di sekitar sekolah saja yang masuk. Bisa dibayangkan bagaimana kualitasnya paling hanya beberapa saja yang berprestasi. Selebihnya ya biasa biasa saja, karena umumnya anak yang berprestasi, orang tua cenderung mencarikan sekolah yang berprestasi pula, ” jelas Mukhlis.

Dengan mendapatkan bibit bibit berprestasi seperti itu, ditambah model kurikulum pembelajaran dan beasiswa ke luar negeri,hasil yang di dapat tentu sangat signifikan.

“Sehingga melalui pertemuan singkat ini, kita berupaya agar SMA negeri 13 bisa meningkatkan mutu lulusan dan kompetensi siswa bisa masuk ke PTN, sekolah kedinasan atau Akpol maupun Akmil,” harapnya.

Mukhlis merasa kagum melihat keberhasilan siswa diterima di PTN, sekolah kedinasan dan lainnya. Alasannya karena kompetensi anak didiknya lebih baik sehingga ditiru trik-trik bagaimana meningkatkan kompetensi siswanya.

Sementara Kepala SMAN 1 Plus Matauli Pandan Deden mengapresiasi studi banding SMAN 13 Medan yang ingin belajar tentang keberhasilan siswanya.

“Kita punya yayasan dan sekolah bekerjasama memperoleh bantuan pendidikan dan uang sekolahnya, asrama siswa dan seragam siswa juga beda dengan sekolah negeri lain,” katanya.

Lebih lanjut, para siswa dididik secara khusus agar bisa meraih prestasi akademik dan memperoleh beasiswa. Atas dukungan sarana, prasarana lengkap semuanya untuk pelayanan pendidikan dan belajar siswa.

Saat ini, sekolahnya berjumlah 1200 orang lebih siswa dan mencari bibit-bibit siswa yang handal di bidang akademik mempunyai keunggulan pembelajaran dan kurikulum dan melahirkan bibit-bibit berprestasi.

Jadi mudah saja kan, dari asalnya bagus, maka untuk diapakan saja juga bisa. Itulah prestasi dan kualitas. ( evi)