by

SMA 13 Siapkan Jalur Zonasi yang Cukup Banyak, Ayo Daftar

Wanita Medan.com – Tahun ajaran 2020/2021 SMAN 13 Medan akan menerima 432 siswa baru. Pada tahap pertama PPDB total tertampung 201 siswa dari 4 jalur yang ada . Afirmasi 65 siswa, prestasi 72, non akademik 65 dan perpindahan dan anak guru 21 orang. “Terakhir terverifikasi sebanyak 764, ” jelas Kepala Sekolah SMA 13 Mukhlis di sekolahnya, Sabtu kemarin.

Dia mengatakan, siswa yang mendaftar cukup banyak tahun ini. ” Tapi daya tampung hanya 432 ya sebagian mereka tertolaklah. Mungkin bagi yang tak lulus akan mengikuti jalur zonasi,” kata Muhlis seraya menambahkan penerimaan PPDB SMA 13 nilai tertinggi 94, 93 dan terendah 88,,08 .

Dengan selesainya tahap pertama tersebut, berarti SMA 13 kekurangan 231 siswa lagi dan itu semua melalui jalur zonasi. Sementara terlihat siswa yang masuk tahap pertama sudah melakukan pendaftaran ulang. Dengan jadwal yang ketat dan waktu yang sudah ditentukan.

” Ya, kita mematuhi aturan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan. Jadi siswa yang mendaftar tak perlu berkumpul karena jadwal mereka sudah ditentukan” kata Mukhlis.

Sebenarnya SMA 13 bukan saat ini saja menerapkan protokol kesehatan. Jauh sebelum virus corona merebak SMA 13 sudah mengikuti aturan tersebut yakni dengan menyediakan tempat cuci tangan di depan kelas masing- masing.

Karena itu juga merupakan salah satu syarat penilaian sekolah adi wiyata atau sekolah berwawasan lingkungan yang biasa diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup .Dengan persyaratan itu pula SMA 13 tak perlu sibuk- sibuk menyediakan tempat cuci tangan, seperti sekolah lain umumnya.

Dengan dibukanya jalur zonasi pada 19 – 27 Juni mendatang di harapkan, siswa yang tak tertampung di tahap pertama dapat masuk tahap kedua. ” Satu lagi kita juga akan mengumumkan sendiri siswa yang lulus. Hal itu kita lakukan setelah Dinas Pendidikan melakukannya.Saya beranggapan kerja operator Disdiksu sudah sangat sibuk mana tau ada yang tertinggal. Jika sekolah yang mengumumkan secara ulang,mudah – mudahan kesalahan dapat di minimalisir,” kata Muhlis.( evi)

Berita Terbaru