Yustati dan suaminya Salahuddin

Wanita Medan.com – Selain cerita barang bawaan yang aneh-aneh. Kisah bagaimana seorang calon jemaah haji itu bisa naik haji. Itu juga menjadi cerita menarik. Karena banyak latar belakang yang menyebabkan calhaj itu bisa naik haji.

Kalau Aparat Sipil Negara (ASN) naik haji, wajar. Karena gajinya mencukupi untuk itu. Tapi, jika orang kecil, dengan penghasilan kecil juga,baru luar biasa. Eiiit… tunggu dulu, tak ada yang luar biasa jika Allah menghendaki. Semua nampak wajar dan biasa- biasa saja.

Seperti cerita pasangan suami istri, Yustati Aziz (62) dan Salahuddin warga Jalan Sumatera Belawan. Sehari-harinya berjualan minyak ketengan, air mineral dan jajanan . Tapi,toh akhirnya bisa menunaikan ibadah haji.

Ditemui usai shalat zuhur di Masjid Namiroh Asrama Haji Medan, Yustati Aziz menuturkan  dia mengumpulkan dan menyisihkan penghasilannya setiap hari untuk bisa menunaikan ibadah haji.

Yustati mengaku, menyisihkan keuntungan dari setiap item barang dagangan. Umumnya untung yang diterima hanya lima ratus rupiah.

“Namanya juga  jajanan anak-anak, keuntungan ya segitulah, Rp500 atau Rp1.000, sebagian saya simpan sebagian untuk sekolah anak. Sedangkan untuk hidup sehari-hari, mengandalkan rezeki suami yang menarik becak,”ungkap jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 4 asal Kota Medan ini.

Selain menyimpan sebagian penghasilannya, Yustati Aziz mengaku selalu meminta kepada Allah agar diberi kesempatan untuk melihat Baitullah.

“Setiap shalat saya minta kepada Allah berilah saya rezeki agar sempat melihat Baitullah. Umrah atau berhaji pastilah datang ke Baitullah. Lalu, keuntungan berjualan itu bisa saya simpan setiap hari, bahkan bisa pula bayar uang sekolah anak yang sudah SMA, “ujarnya.

Setelah melihat simpananya sudah mencapai Rp 26 juta dia pun bertanya pada suami, untuk apa uang ini.” Dan suami saya langsung bilang, pergilah daftar berhaji. Saya kaget dan menangis,sebab Allah ketuk hati suami mengijinkan saya lebih dulu berhaji. Maka tahun 2011 lalu sayapun mendaftarkan diri,”urainya.

Dia menambahkan, rezeki didapat setiap hari berkah dari shalat tepat waktu dan melaksanakan shalat duha serta puasa setiap hari Senin dan Kamis.

“Seperti pesan suami, saya akan fokus beribadah meminta pada Allah agar suami dan anak saya Intan Latifah Hanum kelak melaksanakan ibadah haji,”ujar perempuan asal Perbaungan ini..

Ibu satu orang anak ini mengaku  sangat terharu dan bahagia. “Kuasa Allah tiada taranya yang saya rasakan, atas rezeki yang saya dapatkan dan kesempatan untuk bertamu ke Baitullah,”ujarnya. Semoga menjadi haji yang mabrur, bu. (evi)

 

Loading...