Wanita Medan. com – Tim Swedia Paul dan Johan didampingi dua orang dari Indonesia mengunjungi Institut Teknologi Medan (ITM) di Jalan Gedung Arca.

Kunjungan mereka disambut pimpinan ITM antara lain Rektor ITM Mahrizal Masri,  WR I Hermansyah Alam,  WR IV Mustafa, staf Yayasan Pendidikan Sosial dan Dwiwarna Hamzah, Kepala Humas ITM M Vivahmi, para dekan, dosen,  ketua jurusan, dan pegawai serta mahasiswa ITM.

Pertemuan yang penuh keakraban di ruang rapat ITM itu, Tim Swedia diskusi membahas terkait lingkungan dan energi,  salah satunya  sampah.  Tim Swedia ingin sharing  biogas dan berbagai lainnya dengan ITM yang merupakan salah perguruan tinggi terbesar di Medan.

Salah seorang Tim Swedia Paul mengaku,  banyak kegiatan yang sudah dilakukannya di Indonesia  terkait lingkungan dan energi antara lain di Palu dan Balikpapan.  “Kali ini kami datang ke Sumut terkait permasalahan sampah. Kita Ingin mengetahui apa yang menjadi pokok persoalan tentang sampah di Sumut ini,” tandasnya.

Dia mengatakan sudah bertemu peneliti dan swasta, kira-kira apa yang harus dilakukan dan sekarang ke ITM untuk menjalin kerja sama. “Apa yang bisa dikontribusikan ke Swedia untuk mengatasi persoalan sampah ini,” ujarnya.

Johan menambahkan, menyelesaikan persoalan sampah ini harus dilakukan bersama-sama agar hasil yang diperoleh menjadi baik.  ” Ada tiga hal yang akan dikerjakan di Sumut khususnya Medan yakni,  database.  Sampah yang dihasilkan komposisinya seperti apa.  Pemanfaatan teknologi seperti biogas, atau sampah menjadi kompos serta sosialisasi dan edukasi,” terangnya.

Staf Yayasan Pendidikan dan Sosial Dwiwarna Hamzah  dalam pertemuan itu menginginkan kontribusi ITM untuk kelanjutan ke depannya. Dia meminta pihak Swedia bisa kerja sama atau transfer ilmu dengan ITM. “Misalnya ada semacam MoU dengan Swedia untuk pengembangan kampus. Mungkin kuliah dan kewirausahaan,” sebutnya.

Pihak Swedia menyambut baik gagasan ITM untuk MoU dengan Swedia. “MoU sangat menarik.  Nanti akan kita pertimbangkan MoU ini demi untuk kemajuan kampus di Swedia dan ITM, ” ungkapnya.

Sementara Rektor ITM Mahrizal Masri menyampaikan,  ada dua jenis sampah yakni sampah perkebunan dan rumah tangga. Sampah perkebunan menurutnya tidak ada masalah.

Namun yang menjadi masalah sampah rumah tangga. Dia mengharapkan ITM melakukan penelitian tentang sampah, karena ini jalan pintu masuk ke Swedia. “Ajukan riset atau penelitian sendiri. Sebab Tim Swedia tujuannya datang ke Sumut ini untuk mendata,” pungkasnya.

Tak lupa juga dalam kesempatan itu, Rektor ITM mengucapkan selamat datang kepada Tim Swedia yang berkunjung ke ITM. Selain itu Rektor ITM menjelaskan dihadapan Tim Swedia bahwa ITM mempunyai tiga fakultas yaitu Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Fakultas Teknik Industri (FTI), dan Fakultas Teknik Mineral (FTM)  dengan 10 program studi (Prodi).

Pada intinya dalam diskusi dan pertemuan itu disimpulkan ITM siap mendukung Tim Swedia untuk mengatasi persoalan sampah di Sumut khususnya Medan. Sehingga ke depannya Medan bersih dari sampah. (evi)

Loading...