by

UN Tiada, Siswa Bahagia

Wanita Medan.com – Beban siswa akan terhapus jika Ujian Nasional (UN) dihentikan. Selain itu, pihak sekolah tidak perlu membuat bermacam persiapan dalam rangka menerima pejabat negara yang akan meninjau pelaksanaan UN. Hal ini disampaikan Pengamat Pendidikan Ali Nurdin MAg, Senin (29/11) sekaitan akan dihentikannya UN.

Ali Nurdin menyebutkan, seharusnya sejak lama UN dihapuskan karena sudah inkrah putusannya di pengadilan. Namun, masih saja berlangsung dengan dalih untuk pemetaan dan lain sebagainya.

Padahal, kata dia, UN yang sudah dijadikan sebagai alat pemetaan dan bukan syarat kelulusan masih saja menuai persoalan, terutama untuk siswa yang terus diawasi bahkan harus tertekan dengan tudingan mencontek saat ujian.

“Ini satu keputusan yang cocok untuk dunia pendidikan kita. Sebab, UN yang tidak lagi syarat kelulusanpun menjadi sesuatu yang menakutkan siswa karena pengawasan dari berbagai elemen masyarakat,yang seringkali berdampak negatif pada siswa,”kata Ali Nurdin.

Tanpa UN, sambung dia, dana yang selama ini dikucurkan untuk kepentingan UN sebesar 600 Milyard sejatinya disalurkan untuk kepentingan pendidikan secara adil dan berkesinambungan.
“Jangan sampai penghentian UN, alokasi dana ini hilang begitu saja, karena masih banyak kepentingan pendidikan yang memerlukan anggaran agar kemajuan siswa di semua sekolah di Indonesia lebih baik,” paparnya.

Pejabat daerah, sambung dia setelah UN dihentikan, seharusnya datang kesekolah saat akan ujian akhir sekolah berlangsung. “Selama inikan mereka datang saat UN berlangsung, sekarang sebelum ujian akhir sekolah, perlu menilik langsung sistem kelulusan tanpa UN dan memotivasi siswa untuk lulus dan kemana akan melanjutkan setelah lulus. Serta memberi apresiasi bagi peserta didik dengan nilai tertinggi,” ujarnya.

Terhadap sekolah penyelenggara Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kata Ali Nurdin, hendaknya tetap melakukan ujian akhir sekolah dengan sistem online. Sebab, pelaksanaan ujian online memberikan dampak positif bagi sekolah dan siswa yang terpacu untuk lebih jujur mengerjakan soal-soal.

“UN dihentikan tidak serta merta membuat sekolah menghilangkan program ujian penentuan kelulusan secara murni. Nilai siswa yang baik dan berbudi luhur menjadi keharusan sekolah melahirkan lulusan yang kompeten sebagai calon pemimpin negeri ini masa datang,”paparnya. (WM.02)

Berita Terbaru