wanitamedan.com- Menteri agama RI,Lukman Hakim Saifuddin mengapresiasi ASN Kemenag Sumut yang telah banyak melakukan kegiatan bersentuhan langsung dengan masyatakat. Selaim itu mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan pilihan saat Pemilu dengan sangat arif. Sebab perbedaan itu adalah rahmat yang perlu diterima dengan bijaksana. Hal ini disampaikanya saat memberi motivasi kepada ASN Kemenag Sumut,Sabtu(27/4/2019).

Disebutkan,usainya pesta demokrasi Pileg dan Pilpres,dimana didalamnya ada perbedaan pilihan, hendaklah tetap disikapi dengan arif,karena keberagaman. Maka jadilah kita aktor yang menyederhanakan masalah dan keragaman itu dipandang sebagai rahmat dari Allah SWT.
“Jangan lagi membesarkan apa yang ada tapi lebih jauh dari itu harus tampil elegan menjadi penyejuk. Mari kita kawal moderasi beragama,hubungan umat beragama dan intergasi data. Dimana kita sedang berhafapan dengan dunia maya dan IT dengan segala kedahsyatanya,suka atau tidak,harus kita hadapi dengan arif,”katanya.

Hal lain disampaikanya, mengajak ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama untuk mempromosikan ataupun mengkampanyekan, moderasi beragama.
“Saya tidak bosan menyampaikan bahwa agama adalah mewujudkan kedamaian,menebarkan kebaikan,dharma,kebajikan. Agama bukan untuk membenturkan satu dengan yang lain,sebab cara dan prilaku semacam itu bukan cara dan kerja orang beragama,”katanya.

Hadir, Kepala Kantor Kementerian Agama Sumut, H.Iwan Zulhami MAP, Anggota DPD RI, Parlindungan Purba SH,mewakili Rektor UIN,H.Tohar Bayoangin yang juga mantan Kakanwil Kemenag Sumut, Ketua FKUB Sumut,H.Maratua Simajuntak,para Kankemenag se Sumut,serta undangan lainnya.

Lebih lanjut Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, maka sangat perlu berjalannya moderasi beragama itu, tak lain berkat semakin sadarnya para pemeluk umat beragama di Indonesia. Selain itu,peran pemuka agama maupun majelis-majelis agama.

Sebelumnya Kakanwil Kemenag Sumut,H.Iwan Zulhami menyampaikan capaian kerja yang sudah dilaksanakan antaranya, mendukung siswa madrasah yang sudah berinovasi serta digelarnya deklarasi anti hoax dan ujaran kebencian oleh siswa madrasah,serta pengembangan dakwah di daerah perbatasan dengan penandatanganan kerja sama dengan kepala daerah.(wm01)

Loading...