by

Valentine Day Haram Dalam Islam, Apalagi Dirayakan

Wanita Medan.com – 14 Februari identik dengan valentine day. Hari dimana membuat kaum remaja putra dan putri heboh. Emak- emak sih ga peduli. Cuma emak- emak rada cemas kalau hari valentine day ini.

Masalahnya sang anak minta jatah uang jajan tambahan. Alasannya pasti membeli coklat dan kembang, hiks. Belum lagi pulang sekolah, yang terlambat. Kemana ya? Nah, ini dia emak- emak rada was- was kemana gerangan anak gadisnya.

Inilah fenomena paling hits setiap kali valentine datang. Tapi bagaimana sejarah valentine itu? Bagaimana Islam memandang fenomena ini, ustadz Izhar Syafawi, SPdi (UIS)  berbagi ilmu dengan Wanita Medan.com.

Menurut ustdaz UIS, banyak muda-mudi yang tidak tau sejarah adanya perayaan valentine. Meskipun banyak juga yang tau, tak sedikit juga yang abai, alih-alih meninggalkannya, mereka malah tetap ikut merayakannya. Alasannya? Seru-seruan, ikut-ikutan, dan alasan serupa lainnya

Yuk kita ulas lagi sejarah adanya perayaan valentine! Perayaan ini awalnya dikenal dengan nama Lupercalia, dirayakan oleh kaum pagan Romawi sejak 270 SM setiap tanggal 15 Februari untuk menghormati Lupa, serigala betina yang konon menyusui pendiri kerajaan Romawi, Romulus dan Remus

Mereka mengawali perayaan tersebut dengan mengorbankan domba atau anjing, dilanjut dengan mencambuk para wanita dengan kulit binatang sesembahan tadi yang masih berlumuran darah, tujuannya untuk meningkatkan kesuburan wanita Romawi

Festival ini berlanjut hingga 280-337 M, hingga akhirnya ditiadakan karena tidak sesuai dengan ajaran Kristen yang sudah menjadi agama resmi di Romawi saat itu

Pada akhir abad ke-5 M, festival ini di ganti namanya menjadi Valentine untuk mengenang Saint Valentine, seorang pendeta yang ditangkap dan dihukum mati karena menikahkan tentara muda tanpa sepengetahuan pihak istana. Pada masa itu, tentara dilarang untuk menikah muda supaya kuat berlama – lama di medan perang dan tidak memikirkan pulang.

Setelah membaca sejarah singkatnya ternyata tak sedikitpun di dalamnya berasal dari Islam. Lalu bagaimana dengan perayaan valentine saat ini? Banyak berita bertebaran bahwa menjelang hari valentine penjualan kondom meningkat drastis! Tak hanya di luar negeri, tapi kini juga terjadi di negeri ini. Astaghfirullah…

⠀”Dari dulu, sampai sekarang valentine itu tak sedikitpun jadi ajang menunjukkan rasa “kasih sayang”, malah menjadi ajang untuk merendahkan wanita,” kata UIS.

Bagaimana tidak? Ya jelas, saat ini valentine identik dengan free sex—di seluruh dunia”itu kan hak setiap orang, suka – suka mereka lah kalau mau ngerayain valentine, ribet banget!” mungkin demikian kaum valentisme berujar.

Ya, benar. Suka-suka mereka, tapi ingat! Muslim tak merayakan apa yang di haramkan dalam Islam, karena perayaan itu menyerupai mereka. Siapa mereka? Orang-orang kafir.

Nah, jelaskan. Sesuatu yang diharamkan, haram juga dirayakan. Karena budaya tersebut tak ada dalam Islam. Syukurnya, bertambah banyak remaja yang paham akan hal itu. Sehingga tak nampak lonjakan pembelian coklat di mini- mini markat. Paling tidak, itulah dulu jadi ukuran. ( evi)

Berita Terbaru