by

Workshop Profesi Anak, Boleh juga…!

Wanita Medan.com –  Ratusan anak-anak dari Sekolah Dasar (SD) Nanyang School tampak riang gembira. Terutama, saat mereka berkesempatan bermain Engklek bersama Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah.

Hal itu terjadi saat Wakil Ketua TP PKK Sri Ayu Mihari menghadiri acara Workshop Profesi Anak, Jumat (11/10- 2019), di Depo Railink Medan, Jalan Jawa Nomor 11, Medan. Sri Ayu Mihari yang hadir bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela, langsung mencoba permainan Engklek yang disiapkan panitia.

Engklek adalah suatu permainan tradisional lompat-lompatan pada bidang datar yang digambar di atas tanah dengan membuat gambar kotak-kotak, kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu ke kotak berikutnya. Permainan ini biasanya dilakukan perorangan dan berkelompok, biasa dimainkan oleh anak-anak perempuan, namun tidak jarang juga anak laki-laki pun turut serta bermain.

Sri Ayu Mihari tidak canggung bermain Engklek bersama anak-anak pada kegiatan yang diselenggarakan Railink ini. Kepala Dinas PPPA Nurlela dan karyawan Raillink juga ikut mencoba permainan tradisional ini, bersama beberapa anak-anak yang hadir.

Seolah mengenang masa kanak-kanak, Sri Ayu Mihari tampak bergembira ketika bermain Engklek bersama anak-anak. Begitu juga para siswa dari Nanyang School sangat antusias dan riang gembira bermain bersama Ketua TP PKK Sumut. Bahkan, beberapa di antaranya tampak tidak sabar untuk mendapatkan giliran memainkan permainan tradisional Indonesia ini.

Pada Acara Workshop Profesi Anak yang diselenggarakan Railink ini, anak-anak juga bisa mencoba berbagai profesi seperti dokter, koki, polisi dan tentunya profesi di perkeretaapian seperti masinis, pramugari dan petugas peron.

Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumut bahkan membeli salah satu makanan hasil olahan anak-anak yang sedang mencoba profesi koki. Menurut Sri Ayu Mihari, kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengembangkan kreativitas anak-anak, karena anak-anak identik dengan kreativitas.

“Anak-anak terlahir kreatif, bermain dengan imajinasi dan kreativitas. Dengan kreativitas tinggi maka dia akan menghasilkan banyak karya yang bagus. Namun, sebagian orang tua tidak menyadari potensi-potensi yang dimiliki anaknya. Karena itulah kegiatan seperti ini sangat bagus untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak,” kata Sri Ayu Mihari. (wm/evi)

Berita Terbaru